Sri Mulyani Sebut Era Presiden Soeharto Banyak Kehilangan Aset Negara

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 29 Oktober 2020 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 29 320 2301110 sri-mulyani-sebut-era-presiden-soeharto-banyak-kehilangan-aset-negara-12H3abSHPy.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan hilangnya aset negara paling banyak terjadi di era pemerintahan Presiden Soeharto. Tidak, sedikit aset negara yang jatuh ke tangan pihak swasta.

"Mulanya Indonesia tadinya tidak punya neraca, jadi barang milik negara pun tidak diadministrasikan, tidak direcord. Kita asal bangun waktu bapak Soeharto banyak sekali enggak ada pembukuannya, "ujar Sri Mulyani dalam video yang diunggah Juru Bicara Presiden RI, Kamis (29/10/2020).

 Baca juga: Hotel Sultan ke Tangan Swasta, Sri Mulyani Pusing Banyak Aset Negara Hilang

Kata dia, buruknya pembukuan negara di Orde Baru membuat aset negara banyak yang hilang. Pembangunan yang masif tidak diikuti oleh neraca yang baik, sehingga berujung pada hilangnya aset.

"Jadi waktu kemudian terjadi krisis kemudian kita punya undang-undang keuangan negara dan perbendaharaan negara, kita baru mulai membangun neraca keuangan di situlah baru muncul oh mari kita membukukan dan merecord, pertama mengadministrasikan, masukkan dulu dalam buku karena dulu sering sekali itu," katanya.

 Baca juga: Sri Mulyani Sebut Aset Negara Naik Rp4.142,2 Triliun Dalam Setahun

Dia menambahkan pada zaman orde baru banyak menteri leluasa menjual tanah tanpa ketahuan. Perbuatan tersebut bisa lolos dari jerat hukum lantaran tak adanya administrasi yang baik.

"Banyak sekali barang milik negara, belum lagi kalau dulu tanah tanah, kalau menterinya lagi senang saya ingin jual tanah, saya jual tanah saja," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini