Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ditunggu Banyak Investor, Kawasan Industri Batang Dikebut

Giri Hartomo , Jurnalis-Sabtu, 31 Oktober 2020 |10:58 WIB
Ditunggu Banyak Investor, Kawasan Industri Batang Dikebut
Kawasan Industri (Foto: Okezone.com)
A
A
A

Sedangkan untuk Klaster 2 – Distrik Inovasi, tata guna yang akan digunakan untuk gross non- saleable area sebesar 57,36% dan gross saleable area sebesar 42,64% dengan menciptakan lapangan kerja untuk 49.254 pekerja. Sedangkan untuk Klaster 3 Distrik Rekreasi, tata guna yang akan digunakan untuk gross non-saleable area sebesar 29,12% dan gross saleable area sebesar 70,88% dengan menciptakan lapangan kerja 56.392 pekerja.

Dalam pengembangan KIT Batang Fase 1 seluas 450 hektare tersebut Secara umum, kawasan ini direncanakan menjadi kawasan industri terpadu yang didukung oleh beragam fungsi pendukung. Tata guna lahan industri mendominasi kawasan memiliki rasio sebesar 61.7% dan terdiri dari lot-lot industri 57.8%, dan logistic park 3.9%yang berada di dekat dryport dan stasiun, Dryport dan stasiun yang dikembangkan pada tahap ini memiliki area total 33.6 ha, yaitu sekitar 7.4%.

Selain itu, terdapat beberapa area komersial sebesar 1.9% yang terdiri dari pusat kegiatan kabupaten, kantor pengelola, dan retail. Fungsi pendukung lain seperti asrama, politeknik, sentra pelayanan dan utilitas berada tersentralisasi di area tenggara kawasan.

KIT Batang didapuk akan didukung oleh infrastruktur dan utilitas yang memadai, seperti: pengadaan air baku dan air bersih, tempat penampungan limbah, tempat penampungan sampah, jaringan listrik, jalur sistem telekomunikasi, drainase, jaringan gas, dsb.

Selain sederatan fasilitas lengkap yang akan dibangun di kawasan tersebut, KIT Batang memiliki beberapa keunggulan lokasi, antara lain: terletak di sisi utara Tol Trans Jawa di mana dapat mempermudah akses ke Kawasan Industri, dilalui jalur kereta api dan berpotensi menjadi Dry Port, berbatasan langsung dengan Pantai Utara Jawa, terdapatnya PLTU Batang 2x1.000 MW & PLTS 50 MW dengan lokasi alternatif di area Batang, serta kedepannya akan dibuat Transit Oriented Department oleh Pemerintah Kabupaten Batang.

Selain itu, KIT Batang memiliki lokasi yang strategis dimana dapat ditempuh dengan waktu 4 jam dari Jakarta, 1 jam dari Semarang. Kawasan tersebut memiliki jarak tempuh sepanjang 50 ( kilometer dari Bandara Ahmad Yani dan 65 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Mas dengan waktu tempuh selama 50 menit.

Dalam pembangunan kawasan industri ini, perusahaan konstruksi milik negara ini melakukan sinergi dengan lembaga pemerintahan lainnyaz Sebelumnya, PTPP bersama dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) (KIW)dan PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) (PTPN IX) terus mempercepat proses pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang Fase 1 seluas 450 hektare.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement