Menteri Basuki Pastikan Irigasi Kawasan Food Estate Kalteng Mengalir Baik

Michelle Natalia, Jurnalis · Sabtu 31 Oktober 2020 19:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 470 2302067 menteri-basuki-pastikan-irigasi-kawasan-food-estate-kalteng-mengalir-baik-RwySEfPhFs.jpeg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan pengembangan food estate di Kalteng untuk tanaman padi di lahan aluvial seluas 165.000 hektare (Ha) yang merupakan lahan Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG) dengan leading sektor Kementerian Pertanian telah dimulai sejak akhir September 2020.

"Pada tahap awal fokus (rehabilitasi dan peningkatan saluran irigasi) di Blok A, khususnya di zona A1 dan A5 sekitar 2.000 Ha, untuk memastikan saluran primer dan sekunder dapat mengalirkan air dengan baik. Dengan demikian, pencucian lahan berjalan baik untuk mengurangi kadar keasaman dengan membuang bahan beracun yang ada di lahan rawa," kata Menteri Basuki di Jakarta, Sabtu (31/10/2020).

Baca Juga: Keren, Aliran Irigasi Disulap Jadi Wisata Kampung Ikan

Menurutnya, pada tahap awal ini tidak boleh ada air yang mengalir ke saluran tersier, supaya air ini dicuci (leaching) dulu saat musim hujan.

"Kalau tingkat keasaman berkurang, lahan mulai bisa ditanami padi. Untuk itu saya minta konsultan perencana agar dapat mendesainnya dengan baik dan saya juga akan menugaskan para PNS muda PUPR untuk ikut belajar di pekerjaan ini," tutur Menteri Basuki.

Baca Juga: Dulu Kumuh, Kini Saluran Irigasi Ini Bisa Panen Ikan 2 Ton

Progres pelaksanaan di lahan Eks-PLG untuk rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi Blok A seluas 38.631 Ha telah dimulai konstruksinya sejak 28 September 2020, dengan kontrak tahun jamak 2020-2022 senilai Rp 738,04 miliar. Pekerjaannya dilaksanakan oleh kontraktor PT. Wijaya Karya - Hutama Karya - Adipatria, KSO.

Dari total luas lahan di Blok A tersebut, sebanyak 17.257 Ha kondisi irigasinya akan direhabilitasi dan 21.374 Ha akan ditingkatkan kondisinya. Prioritas untuk tahun 2020 adalah rehabilitasi dan peningkatan irigasi seluas 2.100 Ha di Dadahup (Blok A) yang ditargetkan tuntas pada akhir 2020.

 

Lingkup pekerjaan utamanya terdiri dari pekerjaan galian saluran primer utama sepanjang 27.000 (meter), saluran primer pembantu 35.500 m, saluran sekunder 78.500 m, tersier 455.000 m, kuarter 681.000 m, dan kolektor 70.500 m. Selain itu juga dilakukan pembuatan pintu air otomatis, box culvert, dan rumah pompa. Saat ini progres pekerjaannya masing-masing untuk pekerjaan galian sudah mencapai 76,56%, pembangunan rumah pompa sebesar 13,16%, pintu air otomatis sebesar 7,22%, dan box culvert 2,64%.

Sementara untuk rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi pada Blok B, C, D seluas 91.500 hektare rencana lelang dini pada 28 September 2020 dan ditargetkan terkontrak pada Januari 2021. Anggaran untuk blok tersebut sebesar Rp 4,4 triliun dilaksanakan secara single year contract (SYC).

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini