Bisnis Terdampak Covid-19, Bagaimana Cara Bikin Laporan Keuangan yang Menarik?

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 02 November 2020 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 02 455 2302988 bisnis-terdampak-covid-19-bagaimana-cara-bikin-laporan-keuangan-yang-menarik-w9Q1zpenR5.jpeg Laporan Keuangan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 belum berakhir. Pandemi ini menghantam perekonomian hampir seluruh negara di dunia ini.

Pandemi Covid-19 pun melahirkan istilah new normal. Banyak perusahaan yang merugi bahkan bangkrut. Namun ada yang sedikit bertahan hingga meraup untung di tengah pandemi.

Lesunya bisnis juga terkonfirmasi dengan data Indeks Tendensi Bisnis (ITB) kuartal I-2020 yang meskipun masih tumbuh tapi dengan tingkat optimisme yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kuartal IV-2019. Nilai ITB kuartal I-2020 diperkirakan sebesar 102,90.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan Survei Sosial Demografi Dampak Covid-19 2020 sebanyak 2,52% dari 87.379 responden mengalami PHK.

Dengan data-data yang signifikan mengalami penurunan, membuat perusahaan memiliki tantangan dalam menyusun laporan tahunan.

Sementara, hasil laporan tahunan yang diterbitkan setiap tahun akan dikirimkan kepada para pemegang saham perusahaan serta berbagai pihak berkepentingan lainnya.

Hal ini membuat peran agensi jasa laporan tahunan cukup besar dan berpengaruh dalam menyusun laporan tahunan. Di sisi lain, menampilkan laporan tahunan yang menarik di tengah kondisi pandemi bukan perkara mudah.

Peluang inilah yang ditangkap oleh agensi jasa laporan tahunan, di mana mereka dapat membantu untuk menyusun laporan dan memperlihatkan citra perusahaan yang diinginkan.

Agensi jasa laporan tahunan semakin dibutuhkan. Tidak hanya karena tantangan menghadapi pandemi, tetapi juga karena merujuk pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik.

"Tercatat cukup banyak perusahaan yang belum pernah membuat laporan keberlanjutan atau sustainability report (SR) dan mencari partner yang berpengalaman," ujar Marketing Director Sooca Design Noviaji Wibisono dalam keterangannya, Jakarta, Senin (2/11/2020).

 

Peneliti dan Praktisi Corporate Governance FIA-UI Ika Hartantiningsih mengatakan, perusahaan perlu memperhatikan keberlanjutan perusahaan.

“Untuk meningkatkan manajemen risiko, meningkatkan hubungan perusahaan dengan stakeholders, dan juga membangun kredibilitas perusahaan yang berkomitmen secara efektif, maka sustainability report sangat penting diperhatikan,” ucapnya.

Lebih lanjut, sustainability report menjadi solusi bagi perusahaan sebagai laporan yang detil dan terukur. Selain itu, dapat menjadi pelengkap untuk mendampingi laporan tahunan (annual report).

Sebagai catatan, dalam membuat laporan tahunan, berbagai informasi perusahaan wajib termuat untuk dipublikasikan.

Antara lain identitas perusahaan, ikhtisar keuangan, analisa laporan keuangan, sambutan komisaris dan direksi, laporan manajemen, tata Kelola perusahaan, pengelolaan risiko dan laporan hasil assessment penerapan praktik atau Good Corporate Governance (GCG).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini