Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

UMP 2021 Tak Naik, Hindari Beli Sesuatu yang Tak Penting

Fadel Prayoga , Jurnalis-Senin, 02 November 2020 |12:02 WIB
UMP 2021 Tak Naik, Hindari Beli Sesuatu yang Tak Penting
Rupiah (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah pemerintah daerah memutuskan untuk tak menaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada 2021. Hal itu dipicu karena melemahnya ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia.

Salah satu daerah yang tidak menaikan UMP tahun depan adalah Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan rapat pleno pembahasan penetapan UMP Jabar 2021 pada tanggal 27 Oktober 2020, mayoritas anggota Dewan Pengubahan Provinsi Jabar menyepakati rekomendasi nilai UMP tahun 2021 sama dengan UMP tahun 2020 sebesar Rp1.810.351,36.

 Baca juga: Keuntungan Pelaku Usaha Manfaatkan Teknologi di Tengah Corona

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho mengimbau kepada seluruh pekerja untuk memperhatikan pengeluarannya pada tahun depan. Pasalnya, tak menutup kemungkinan harga barang-barang kebutuhan pokok pun akan mengalami kenaikan.

Dia mencontohkan salah satu pengeluaran yang harus dihindari itu seperti jajan makan dan minuman kekinian yang sebenarnya tidak penting untuk kebutuhan perut. Selain itu, mengikuti tren perkembangan teknologi dengan mengganti gadget, padahal gawai yang lama kondisinya masih baik.

 Baca juga: BLT Subsidi Gaji Gelombang II Cair Minggu Depan, Beli Apa Ya?

"Sebisa mungkin mengurangi pengeluaran yang bersifat kesenangan seperti jajan makanan atau minuman kekinian, atau mengganti gadget dengan yang baru hanya untuk bergaya," kata Andy kepada Okezone, Senin (2/11/2020).

Menurut dia, dengan tidak bergaya hidup kemewahan, maka nantinya setiap buruh pun masih bisa menyisihkan penghasilannya untuk menabung.

"Menabung tetap jadi prioritas walaupun kita hanya bisa menyisihkan dengan nominal minim," ujarnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement