Resesi di Depan Mata, Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Minus 3%-3,5%

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 04 November 2020 08:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 04 320 2303795 resesi-di-depan-mata-ekonomi-indonesia-diproyeksikan-minus-3-3-5-Bq4thJQEZJ.jpg Resesi (Shutterstock)

JAKARTA - Indonesia diperkirakan akan resmi resesi di tahun ini. Hal ini seiring, pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun ini diperkirakan minus hingga 4% secara tahunan (year on year/yoy).

"Saya rasa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 bisa diangka minus 3-3,5% jika kita mengacu pada pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 yang minus sebesar 5,32%," ujar Ekonom Indef Nailul Huda saat dihubungi MNC News Portal di Jakarta, Rabu (4/11/2020).

 Baca juga: Dampak Hasil Pilpres AS ke Perekonomian Indonesia

Menurutnya, kalkulasi prediksi ekonomi minus ini dikarenakan stimulus yang masih belum terserap hingga membuat daya beli masyarakat turun. " Alasannya daya beli masyarakat yang belum membaik serta stimulus ekonomi yang masih amburadul," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ekonom Institut Kajian Strategis (IKS) Universitas Kebangsaan RI Eric Sugandi memproyeksi ekonomi kuartal III tahun ini sebesad minus 4,5% (yoy).

 Baca juga: Hasil Pilpres AS Jadi Penentu Hubungan Ekonomi Indonesia dengan Negeri Paman Sam

"IKS memperkirakan PDB Indonesia tumbuh positif sebesar 4,0 persen (qtq) not seasonally adjusted, yaitu angka sebelum mengeluarkan pengaruh faktor musiman pada triwulan III 2020. IKS memperkirakan angka year on year (yoy) pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2020 sebesar -4,5%," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini