Masa Buruk Terlewati, Kini Penjualan Mobil Merangkak Naik

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 320 2305324 masa-buruk-terlewati-kini-penjualan-mobil-merangkak-naik-HXXaeu7Ei8.jpg Penjualan Mobil Tahun Ini Turun Tajam. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Penjualan mobil tahun ini turun tajam jika dibandingkan tahun lalu akibat pandemi Covid-19. Meski begitu, pelaku pasar optimis pasar mobil bisa kembali bangkit tahun depan.

Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan, kondisi terburuk penjualan pasar mobil sudah dilalui. Menurut dia, saat ini perlahan pasar mulai menggeliat.

"Data pasar mobil yang terburuk itu Mei 2020. Sesudah informasi adanya Covid-19 dan lockdown pertama dilakukan, pasar mobil turun luar biasa," ujarnya pada Indonesia Industry Outlook #IIO2021 secara virtual, Jumat (6/11/2020).

Baca Juga: Maaf, Sri Mulyani Tak Restui Pajak Mobil 0%

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil pada September naik 30,2% jika dibandingkan pencapaian bulan sebelumnya. Penjualan wholesales pada September 2020 sebanyak 48.554 unit, sedangkan pada Agustus 37.277.

Amelia melanjutkan, pada kondisi normal di tahun 2019 penjualan mobil dalam sebulan bisa mencapai 80.000 unit. Namun selama pandemi Covid-19 penjualan mobil turun menjadi sekitar 17.000 unit.

"Ini penurunan luar biasa. Tetapi kondisi seperti ini perlahan-lahan mulai membaik," ungkapnya.

Amelia menuturkan, di bulan Juli mulai terlihat ada pertumbuhan penjualan mobil sampai dengan bulan Oktober sudah mencapai 47.000 unit. Dibandingkan tahun lalu, pasar ritel sales turun sekitar 46%. Sementara penjualan wholesales turun lebih besar sekitar 50%.

Baca Juga: Industri Otomotif Mulai Pulih, Menperin: Penjualan Mobil Naik 100%

"Tapi prediksi sampai akhir tahun akan jadi lebih baik turunnya secara wholesales sekitar 46% dan ritel sales sekitar 47%. Kami berharap tahun depan akan jadi lebih baik lagi karena pandemi akan berkurang bahkan kita akan masuk ke era new normal," jelasnya.

Dia meyakini seiring dengan membaiknya keuangan masyarakat dan juga menggeliatnya ekonomi, maka pada gilirannya mereka akan membeli mobil baru. "Merupakan hal yang wajar, saat konsumen sedang mengalami kesulitan keuangan akibat resesi mereka memilih mobil second," tuturnya.

Sementara menurut survei yang dilakukan Inventure, sebanyak 82,9% responden mengatakan setuju bahwa mobil pribadi adalah kendaaran yang paling aman di masa pandemi. Tidak mengherankan jika sekitar 53,1% konsumen Indonesia mengatakan, dalam kurun waktu 6 bulan setelah vaksin diproduksi mereka akan membeli mobil.

"Ini merupakan sinyal positif bagi kalangan industri otomotif untuk bangkit di tahun 2021, setelah tahun ini kinerja perusahaan otomotif berdarah-darah," ujar Yuswohady, Managing Partner Inventure.

Dari riset yang dilakukan oleh Inventure, sebanyak 55,6% dari 627 responden mengatakan bahwa dalam kurun waktu 6 bulan setelah vaksin diproduksi, mereka lebih memilih membeli mobil second dengan alasan kondisi ekonomi yang belum pasti akibat Covid-19. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini