Penjualan Motor Anjlok 45% Efek Corona

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 320 2305340 penjualan-motor-anjlok-45-efek-corona-wAVXOGndYN.jpg Penjualan Motor Turun. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala mengatakan, penjualan sepeda motor diproyeksi hanya mencapai 3,6 juta sampai dengan 3,7 juta unit hingga akhir 2020. Penurunan ini merupakan dampak dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan krisis ekonomi di tahun 2020.

"Kondisi pasar sepeda motor tahun ini terkoreksi cukup dalam sekitar 40% hingga 45% dibanding tahun lalu Jadi total pasar diperkirakan mencapai 3,6 juta-3,7 juta unit sebagai dampak dari pandemi Covid19," ujarnya pada Indonesia Industry Outlook #IIO2021 secara virtual, Jumat (6/11/2020).

Baca Juga: Industri Otomotif Mulai Pulih, Menperin: Penjualan Mobil Naik 100%

Sigit melanjutkan, pada 2021 diharapkan menjadi tahun tumbuhnya bagi industri motor seiring dengan pemulihan ekonomi dan daya beli masyarakat.

"Harapan kami di tahun 2021, industri pasar motor ini akan kembali tumbuh diatas 10%. Kondisi ini harus dapat dibarengi dengan pertumbuhan GDP diatas 4%-5%," ungkapnya.

Selain itu, jika vaksin sudah ditemukan dan dapat distribusikan secara massal di awal tahun depan diharapkan dapat menjadi sentimen positif bagi kalangan industri.

"Tentunya harus ada dukungan dari pihak finance company, karena hampir lebih dari 70% pembelian sepeda motor didanai melalu leasing company," jelas Sigit.

Baca Juga: Industri Otomotif Lesu, Aturan Pajak Mobil 0% Mendesak

Sigit mengaku, optimistis terhadap penjualan pasar motor di masa depan. Menurut dia, sepeda motor masih dibutuhkan masyarakat sebagai alat transportasi yang terjangkau. Selain itu, infrastruktur di dalam negeri juga sudah cukup baik yang menghubungkan antar kota.

"Saya melihat Indonesia ini tetap memegang peranan penting sebagai pasar sepeda motor di kawasan ASEAN maupun di Asia, setelah India dan China. Jadi ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pelaku eksportir buat sepeda motor ke negara lain dan tentunya dengan catatan bilamana produk kita tetap kompetitif," jelasnya.

Menurut dia, dalam lima tahun ke depan akan terjadi pergeseran pada perkembangan teknologi sepeda motor ke arah motor listrik. Untuk itu, Indonesia harus bersiap dalam investasi maupun fasilitas penunjang.

"Dengan sejumlah catat melihat investasi dan kesiapan dari pelaksanaan infrastruktur," tandasnya.

Berdasarkan data AISI, penjualan roda dua sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini baru menyentuh 2.876.514 unit, sedangkan periode yang sama tahun lalu mencapai 4.919.651 unit. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini