Proyek Bendungan Baru Antisipasi Krisis Air hingga Pangan

Djairan, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 320 2305535 proyek-bendungan-baru-antisipasi-krisis-air-hingga-pangan-XDmg4dVSlx.jpg Bendungan (Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah mengatakan saat ini Indonesia mempunyai sekitar 243 bendungan. Sebelumnya, pada periode 2014-2019 telah diprogramkan pembangunan 61 bendungan yang terdiri dari 45 bendungan dalam Kedudukan Proyek Strategis Nasional (PSN), dan 16 bendungan non PSN.

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) mengatakan, per 1 November 2020 dari total 61 bendungan tersebut 15 diantaranya telah selesai dan 46 lainnya dalam masa pelaksanaan konstruksi. Sementara terdapat 18 potensi bendungan baru yang akan dibangun pada kurun waktu 2020-2024.

 Baca juga: Menteri PUPR Ingin Bendungan di RI Lebih Canggih

“Tujuan dari penambahan pembangunan bendungan-bendungan tersebut adalah untuk mengurangi kekritisan air, meningkatkan ketahanan pangan dan meningkatkan ketahanan energi,” ujar Sekretaris Ditjen SDA, Charisal Akdian Manu di Jakarta pada Jumat (6/11/2020).

Dalam mengurangi kekritisan air, pada kondisi eksisting sebelum adanya pembangunan 61 bendungan, air baku yang dilayani dari waduk sebesar 169,60 m3/detik. Dengan selesainya konstruksi 15 bendungan, air baku yang dapat dilayani oleh waduk menjadi 175,94 m3/detik, dan jika 61 bendungan sudah terbangun maka akan menjadi 221,78 m3/detik.

 Baca juga: Daftar 4 Bendungan Beres Akhir Desember 2020

Sementara untuk meningkatkan ketahanan pangan, dengan total luas area irigasi di Indonesia sebesar 7.145.168 ha, pada kondisi eksisting sebelum adanya program pembangunan 61 bendungan hanya terdapat 10,66 persen (761.542 ha) di mana sumber airnya dari waduk.

Maka dengan selesainya konstruksi 15 bendungan, luas area irigasi yang dapat dilayani oleh waduk menjadi 12,20 persen (871.641 ha), sedangkan jika 61 bendungan sudah terbangun maka akan menjadi 16,37 persen (1.169.797 ha).

Dalam meningkatkan ketahanan energi, pada kondisi eksisting sebelum adanya program pembangunan 61 bendungan, layanan listrik yang disuplai dari bendungan sebesar 5.896 MW. Dengan selesainya konstruksi 15 bendungan layanan listrik yang dapat disuplai menjadi 6.010 MW, dan jika 61 bendungan selesai menjadi 6.152 MW.

Selain Ditjen SDA, Kementerian PUPR juga menggandeng pihak swasta untuk berpartisipasi membangun bendungan untuk pembangkit listrik. Diantaranya adalah Bendungan Sei Wampu I (Sumatera Utara), Bendungan Poso 1, serta Bendungan Kayan I (Kalimantan Utara) dan lainnya.

Selain melakukan program pembangunan bendungan baru, Ditjen SDA juga tengah menjalankan program Dam Operational Improvement and Safety Project (DOISP) Phase II. Program itu bertujuan untuk meningkatkan keamanan pada operasi 162 bendungan di Indonesia, yang akan berlangsung hingga 2023.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini