JAKARTA - Hari belanja online nasional bisa membuat masyarakat kelas menengah tertarik. Namun, belum membuat orang kaya untuk berbelanja.
"Belum bisa dongkrak daya konsumsi karena penurunan konsumsi terutama disebabkan kelompok menengah atas menahan konsumsi. Karena konsumsi barang sekunder dan tersier itu biasanya yang dibelanjakan kelas menengah atas," kata Ekonom Core Piter Abdullah menilai saat dihubungi MNC Portal News, Jakarta, Jumat (6/11/2020).
Baca juga: Indonesia Masuk Resesi, Berapa Uang Tunai yang Harus Dipegang?
Menurutnya, harbolnas mengandalkan diskon hanya berdampak ke kelompok menengah bawah. Tidak akan bisa mendorong kembali konsumsi barang mewahnya kelompok menengah atas.