Share

Tensi Perang Dagang AS-China Diprediksi Tak Reda Usai Biden Menang Pilpres

Aditya Pratama, Jurnalis · Minggu 08 November 2020 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 08 320 2306223 tensi-perang-dagang-as-china-diprediksi-tak-reda-usai-biden-menang-pilpres-WYfrE43DS6.jpg Pilpres AS (Shuterstock)

JAKARTA - Ada beberapa arah kebijakan ekonomi calon presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden menjadi sorotan. Salah satu yang dia sorot mengenai Trade Wars atau perang dagang antara AS dengan China.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho menyebut, tensi trade wars antara AS dengan China saat Joe Biden menjabat tidak akan menurun, bahkan menurutnya tensi perang dagang akan meningkat.

 Baca juga: Biden Terpilih Jadi Presiden AS, Bagaimana Tensi Perang Dagang?

"Karena salah satu kritik Biden terhadap Trump adalah ketika Trump menandatangani kesepakatan tahap satu bersama China bahwa kesepakatan fase satu dengan China itu tidak bisa meningkatkan pertama industri atau produksi di dalam negeri dan juga yang kedua perdagangan terhadap China masih akan terus meningkat, dikatakan seperti cek kosong saja," ujar Andry dalam video conference, Minggu (8/11/2020).

Dia menambahkan, meningkatnya tensi perang dagang karena disebabkan adanya komentar Joe Biden yang akan bekerja sama dengan sekutu AS untuk menerapkan hal yang sama ke China.

 Baca juga: AS-China Ribut, Menko Luhut: Kami Tak Memihak Negara Manapun

"Dan juga selanjutnya dia akan bekerja sama dengan sekutu AS untuk sama-sama menerapkan trade wars kepada China, ini kemungkinan besar tensinya akan terus meningkat," katanya.

Selain itu, arah kebijakan ekonomi Biden ke depan, diantaranya terkait perjanjian perdagangan yang akan kembali kepada kerja sama regional, yang artinya tidak terlalu banyak kerja sama yang bersifat bilateral.

Usulan Joe Biden yang lain adalah Buy America Plan, dimana semua yang diproduksi oleh Warga Negara Amerika Serikat dan di Amerika Serikat harus wajib dibeli dan juga masuk ke procurement government.

"Ini kalau bisa melihat akan menaikkan standar 51 persen local content yang saat ini beberapa produk made in America 51 persen sudah local content tapi oleh Biden akan ditingkatkan kembali," katanya.

Andry mengatakan, Joe Biden nantinya akan menggunakan produk yang diproduksi oleh Amerika Serikat untuk pengadaan infrastruktur. Selain itu, untuk program recovery economy, Biden akan menerapkan kebijakan membeli barang-barang yang diproduksi di Amerika serikat dengan besaran USD400 miliar dan untuk pengembangan teknologi dan R&D sebesar USD300 miliar.

"Sebenarnya ini sama, legacy dari Trump yang pertama adalah Trade Wars dan juga restriksi ekonomi, kemungkinan besar beberapa tahun ke depan kita masih akan mengalami untuk di negara Amerika sendiri dan itu jadi salah satu tantangan buat perdagangan di Indonesia dan Amerika," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini