Diketahui, Etihad mempekerjakan hampir 2.000 pilot per Februari 2020. Sumber mengatakan ratusan staf, termasuk beberapa pilot, telah di-PHK sebelumnya. Pilot diberi tahu maskapai, bahwa perusahaan kewalahan untuk menjaga bisnis agar tetap kuat dan tenaga kerja saat ini terlalu besar.
Baca juga: Semester I, Etihad Airways Tumbuh Dua Kali Lipat
Etihad mengatakan, pihaknya terus mengurangi operasi maskapai dan akan menjadi maskapai penerbangan layanan penuh berukuran sedang, dan berkonsentrasi pada armada berbadan lebar. Etihad akan menghentikan 10 pesawat superjumbo Airbus A380-nya karena pandemi corona.
CEO Etihad, Tony Douglas pada April lalu mengatakan maskapai itu mendapat dukungan penuh dari pemiliknya, pemerintah Abu Dhabi. Etihad belum mengatakan apakah telah menerima dana bantuan negara. Sebagian besar karyawannya adalah orang asing dan tidak berhak atas tunjangan pemerintah di UEA.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.