Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wall Street Turun Usai Investor Tinggalkan Saham-Saham Teknologi

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 11 November 2020 |07:33 WIB
Wall Street Turun Usai Investor Tinggalkan Saham-Saham Teknologi
Wall Street. (Foto: Reuters)
A
A
A

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street turun pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat, di mana indeks Nasdaq ditutup melemah karena investor menjual saham teknologi yang selama ini diuntungkan akibat karantina wilayah. Pasar saham pun menanti kebangkitan sektor-sektor yang selama ini paling menderita selama akibat pandemi dan akan membalikkan perekonomian.

Teknologi seperti layanan komunikasi menurun karena investor menyukai kapitalisasi kecil dan energi sensitif secara ekonomi. Sebenarnya pasar saham telah mencapai puncak setelah pembuat obat asal AS, Pfizer Inc mengatakan vaksin yang dikembangkan bersama mitranya, BioNTech SE secara efektif atau 90% bisa melawan Covid-19.

Baca Juga: Vaksin Bikin IHSG Menguat, Investor Borong Saham Perbankan

“Ini adalah perdagangan yang dibuka kembali. Sejauh ekonomi dapat dibuka kembali lebih cepat daripada nanti, saham yang tinggal di rumah (teknologi) tidak akan seberharga itu," kata Kepala Strategi Investasi The Leuthold Group, Jim Paulsen, dilansir dari Reuters, Rabu (11/11/2020).

Adapun pergerakan tiga indeks utama Wall Street, Dow Jones Industrial Average naik 234,51 poin atau 0,8% menjadi 29.392,48. S&P 500 kehilangan 7,25 poin atau 0,20% menjadi 3.543,25 dan Nasdaq Composite turun 164,62 poin atau 1,41% menjadi 11.549,16.

Baca Juga: Agenda Bursa Hari Ini, Laporan Keuangan BBRI hingga Pemberitahuan RUPS BRMS

Amazon, Facebook dan Microsoft telah berkembang pesat selama tren kerja dari rumah atau berbagai aktivitas yang harus dilakukan di rumah sebagai upaya mencegah virus. Namun, setelah ada kabar baik dari uji coba vaksin, hal ini memperpanjang kerugian dan membebani indeks Nasdaq selama sesi perdagangan.

“Orang-orang percaya vaksin Pfizer akan membuka kembali ekonomi yang memaksa orang kembali ke jalan, kembali bekerja dan kembali ke toko,” kata Manajer Portofolio Senior Dakota Wealth, Robert Pavlik.

Sebagai informasi, pada perdagangan sebelumnya, Wall Street berakhir menguat karena investor yakin ekonomi di tengah pandemi akan dibuka kembali. Hal tersebut seiring data positif terhadap hasil uji coba vaksin Covid-19 tahap akhir.

Pembuat obat di AS, Pfizer dan mitranya dari Jerman, BioNTech mengatakan uji coba skala besar vaksin yang mereka uji menunjukkan lebih dari 90% efektif dalam mencegah Covid-19. Kabar baik tersebut membuat harga minyak melonjak dan menaikkan stok energi.

Uji coba vaksin yang masih berlangsung tersebut pun membutuhkan persetujuan. Pfizer dan BioNTech mengungkapkan bahwa sejauh ini tidak ditemukan masalah keamanan yang serius selama menggunakan vaksin tersebut.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement