JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI optimistis bisa meningkatkan laba di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Sebagai informasi, BRI membukukan laba bersih tahun berjalan Rp14,15 triliun pada kuartal III-2020.
Laba ini anjlok 42,9% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp24,8 triliun.
Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan akan melakukan sederet kebijakan agar bisa memulihkan laba perseoran
"Saat ini, perekonomian Indonesia masuk ke fase resesi akibat pandemi. Kami optimis bahwa di ujung lorong gelap ada setitik cahaya," kata Sunarso dalam video virtual, Rabu (11/11/2020)
Dia sedang menyiapkan sebuah aksi korporasi yang berkaitan dengan pengembangan bisnis UMKM, terutama di sektor ultra mikro.
Aksi korporasi ini tampaknya cukup besar, sehingga membutuhkan audit laporan keuangan sebagai salah satu syaratnya.
"Jadi audit laporan keuangan September ini hal biasa kita lakukan, tetapi memang betul dalam rangka corporate action. Nanti pada saatnya kami share, ini belum public," katanya.
Dia menambahkan BRI ke depan adalah go smaller, yaitu memberikan kredit ke segmen ultra mikro. Dengan arah ini, maka BRI mengincar porsi pembiayaan UMKM bisa naik ke 85%.
"Dari yang belum unbankable kita bawa masuk ke perbankan dengan perkuat base ultra mikro dan unbankable kita masukkan," tandasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.