Di Tengah Resesi, Penjualan Makanan-Minuman dan Tembakau Masih Positif

Rani Hardjanti, Jurnalis · Rabu 11 November 2020 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 320 2307766 di-tengah-resesi-penjualan-makanan-minuman-dan-tembakau-masih-positif-vX1HDLN8BJ.jpg Mal (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penjualan sektor makanan, minuman dan tembakau jadi penolong di tengah resesi. Data tersebut terungkap dari hasil survei Bank Indonesia (BI) September 2020, di mana ekonomi Indonesia mengalami tekanan terberat pada Juni 2020.

Penjualan eceran pada September 2020 melanjutkan tren perbaikan yang terjadi sejak Juni 2020. Pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (IPR) September 2020 tercatat sebesar -8,7% (yoy), membaik dibandingkan pertumbuhan IPR pada Agustus sebesar -9,2% (yoy). Demikian seperti dikutip dari data Survei BI, Rabu (11/10/2020).

Perbaikan penjualan eceran terjadi pada sebagian besar kelompok komoditas yang dipantau seperti Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang tercatat tumbuh positif dalam dua bulan terakhir, serta perbaikan pada sub Kelompok Sandang dan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.

Perbaikan penjualan eceran diprakirakan sedikit tertahan pada Oktober 2020 dengan tumbuh sebesar -10,0% (yoy). Sejumlah komoditas, seperti Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dan Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, diprakirakan mengalami penurunan penjualan. Sementara itu, beberapa komoditas diprakirakan mengalami perbaikan kinerja penjualan, antara lain Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga dan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Secara bulanan, kinerja penjualan eceran pada Oktober 2020 diprakirakan tumbuh 0,1% (mtm), sejalan perayaan hari besar keagamaan nasional (HBKN) dan libur panjang pada akhir bulan.

Dari sisi harga, tekanan inflasi pada 3 bulan mendatang (Desember 2020) diprakirakan meningkat, sedangkan pada 6 bulan mendatang (Maret 2021) menurun. Indikasi peningkatan harga pada Desember 2020 tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 142,5, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH bulan sebelumnya sebesar 132,5. Hal tersebut didorong oleh peningkatan permintaan saat HBKN dan libur akhir tahun. Sementara itu, IEH 6 bulan yang akan datang sebesar 160,0, lebih rendah dibandingkan dengan 166,9 pada bulan sebelumnya, sejalan dengan lancarnya distribusi barang dan pasokan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini