5 Fakta Harbolnas di Tengah Resesi, Nomor 4 di Luar Kebiasaan Konsumen

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 14 November 2020 10:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 320 2309157 5-fakta-harbolnas-di-tengah-resesi-nomor-4-di-luar-kebiasaan-konsumen-qG6nJXGc0x.jpg Hari Belanja Online Nasional. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Toko belanja online di Indonesia memberikan diskon besar-besaran pada Hari Belanja Online 11.11. Hanya saja jadi pertanyaan, siapa yang membeli di tengah kondisi pandemi dan resesi saat ini?

Daya beli dan konsumsi masyarakat sedang menurun karena ekonomi sedang turun. Bahkan orang kaya sekalipun lebih memilih menahan pengeluarannya.

Oleh karena itu, Okezone pun merangkum fakta-fakta menarik terkait Harbolnas 11.11, Sabtu (14/11/2020):

1. Diskon Besar

Berbagai e-commerce atau toko belanja online menawarkan diskon super besar di Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas 11.11. Pasalnya, tanggal 11.11 merupakan bagian dari rangkaian Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas yang dirayakan setiap 12 Desember atau 12.12.

Banyak e-commerce memilih tanggal kembar setiap bulannya agar mudah diingat, sebagai sarana promosi. Nah beragam strategi toko online pun telah dipersiapkan menarik konsumen. Salah satunya penggunaan model bintang Korea seperti Lee Min Ho pada E-Commerce Lazada dan idol grup kpop BTS pada e-Commerce Tokopedia.

2. Diskon Besar Siapa yang Merasakan?

Masyarakat bisa kembali merasakan diskon gede-gedean setiap ada tanggal yang sama dengan nomor bulan seperti 11.11. Namun sayang adanya diskon tersebut konsumsi masyarakat tidak kunjung membaik.

Peneliti Indef Nailul Huda mengatakan, salah satu masalah konsumsi masyarakat miskin tidak ditopang oleh acara diskon ini.

"Bagi mereka konsumsi kebutuhan pokok lebih penting dibandingkan diskon belanja online," sebut Huda.

3. Orang Pilih Simpan Uang Dibanding Belanja

Mereka lebih menyimpan uangnya untuk dana kesehatan di mana konsumsi untuk kesehatan di triwulan III kemarin tumbuh positif. Dengan demikian, daya beli masyarakat belum membaik pada triwulan IV-2020. Meskipun ada kenaikan dibandingkan triwulan III-2020.

"Biasanya memang triwulan IV konsumsi masyarakat lebih baik karena ada bonus tahunan dan Natal. Namun tidak akan setinggi konsumsi triwulan IV tahun lalu," kata Peneliti Indef Nailul Huda.

4. Daya Beli Turun

Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 11.11 dilakukan di tengah resesi ekonomi. Apalagi, daya beli masyarakat pun menurun karena kurangnya pemasukan hingga menunda belanja.

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan penurunan konsumsi saat ini terutama disebabkan oleh kelompok menengah atas untuk menahan belanja. Terutama konsumsi barang sekunder dan tersier.

"Sedangkan harbolnas yang mengandalkan diskon dan lain sebagainya hanya berdampak ke kelompok menengah bawah saja. Tidak akan bisa mendorong kembali konsumsi barang mewahnya kelompok menengah atas," kata Piter.

5. Taktik Hadapi Harbolnas

Perencana Keuangan Eko Endarto mengatakan dalam mendapatkan flash sale ini yang utama dilakukan menentukan barang apa yang akan Anda beli lebih awal. Jadi, ketika waktu flash sale Harbolnas dimulai, tidak kebingungan mencari barang.

"Standby dari awal udah buka-buka situsnya lalu langsung cari barang yang emang dituju," kata Eko saat dihubungi MNC News Portal.

Lalu, gunakan internet banking atau mobile banking. Ini karena biasanya kuota barang saat ada promo terbatas. Ini menghindari kehabisan barang yang diinginkan saat flash sale.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini