Orang Kaya Nahan Belanja, si Miskin Buang-Buang Duit

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Minggu 15 November 2020 05:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 14 622 2309626 orang-kaya-nahan-belanja-si-miskin-buang-buang-duit-Jw3tU4uSUA.jpg Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Hidayat Amir membeberkan perbedaan orang kaya dan orang miskin dalam mengelola keuangan di tengah corona dan Indonesia resesi.

Salah satu penyebab dari masih rendahnya pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020 adalah rendahnya konsumsi rumah tangga. Hal ini karena para kelas menengah masih menanhan untuk belanja sehingga konsumsi -4,04% di kuartal III-2020. .

Menurut Hidayat, kelas menengah atas masih menahan konsumsi karena situasi yang juga belum kembali normal, sehingga para kelas menengah ini memilih untuk menyimpan uangnya.

 

Adapun uang yang biasanya dikeluarkan kelas menengah atas untuk berbelanja, kini lebih banyak untuk ditabung. Sehingga tak heran jika Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan nasional tumbuh hingga 11% di Agustus 2020.

“Orang enggak akan lagi makan di resto, ada tapi enggak sebanyak biasanya, pola itu jadi sangat terbatas, sehingga kelas menengah atas tertahan konsumsinya, uangnya tertinggal di perbankan jadi saving. Makanya indikator DPK meningkat,” jelasnya

Sedangkan untuk golongan menengah bawah, justru lebih memilih untuk menghabiskan uang untuk konsumsi. Mengingat, pemerintah juga memberikan berbagai macam bantuan dari mulai Bantuan Langsung Tunai (BLT) berupa uang cash atau bantuan sosial berupa sembako.

“Kelas bawah saya bisa yakinkan orang-orang menengah bawah justru mendapatkan bantuan. Jadi konsumsi mereka bisa tetap tumbuh,” kata Hidayat.

 

Baca Selengkapnya: Beda Orang Kaya dan Miskin Kelola Uang saat RI Resesi

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini