“Orang enggak akan lagi makan di resto, ada tapi enggak sebanyak biasanya, pola itu jadi sangat terbatas, sehingga kelas menengah atas tertahan konsumsinya, uangnya tertinggal di perbankan jadi saving. Makanya indikator DPK meningkat,” jelasnya
Sedangkan untuk golongan menengah bawah, justru lebih memilih untuk menghabiskan uang untuk konsumsi. Mengingat, pemerintah juga memberikan berbagai macam bantuan dari mulai Bantuan Langsung Tunai (BLT) berupa uang cash atau bantuan sosial berupa sembako.
“Kelas bawah saya bisa yakinkan orang-orang menengah bawah justru mendapatkan bantuan. Jadi konsumsi mereka bisa tetap tumbuh,” kata Hidayat.
Baca Selengkapnya: Beda Orang Kaya dan Miskin Kelola Uang saat RI Resesi
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.