Beda Orang Kaya dan Miskin Kelola Uang saat RI Resesi

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 14 November 2020 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 14 622 2309615 beda-orang-kaya-dan-miskin-kelola-uang-saat-ri-resesi-D0OAKNVFGt.jpg Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Hidayat Amir mengatakan, meski konsumsi masyarakat masih rendah, namun ada beberapa orang yang masih aktif belanja. Bahkan ada beberapa produk yang laris manis terbeli selama masa pandemi covid-19 berlangsung.

Salah satu contohnya adalah sepada dan tanaman hias yang kini menjadi hobi baru masyarakat selama pandemi. Menurutnya, hal tersebut merupakan langkah positif karena bisa mendorong konsumsi.

“Solusinya gimana? Solusinya tadi, cari titik temu, kalau kesehatan belum pulih. Sekarang konsumsinya cari-cari, beli sepeda baru, beli tanaman, bunga, tapi itu temporary-lah. Kalau situasi udah baik bisa jalan-jalan ke bioskop lagi, hotel, liburan,” ujarnya dalam diskusi virtual, Sabtu (14/11/2020).

Menurut Hidayat, kelas menengah atas masih menahan konsumsi karena situasi yang juga belum kembali normal, sehingga para kelas menengah ini memilih untuk menyimpan uangnya.

 

Adapun uang yang biasanya dikeluarkan kelas menengah atas untuk berbelanja, kini lebih banyak untuk ditabung. Sehingga tak heran jika Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan nasional tumbuh hingga 11% di Agustus 2020.

“Orang enggak akan lagi makan di resto, ada tapi enggak sebanyak biasanya, pola itu jadi sangat terbatas, sehingga kelas menengah atas tertahan konsumsinya, uangnya tertinggal di perbankan jadi saving. Makanya indikator DPK meningkat,” jelasnya

Sedangkan untuk golongan menengah bawah, justru lebih memilih untuk menghabiskan uang untuk konsumsi. Mengingat, pemerintah juga memberikan berbagai macam bantuan dari mulai Bantuan Langsung Tunai (BLT) berupa uang cash atau bantuan sosial berupa sembako.

“Kelas bawah saya bisa yakinkan orang-orang menengah bawah justru mendapatkan bantuan. Jadi konsumsi mereka bisa tetap tumbuh,” kata Hidayat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini