Biaya Sandar Kapal di Pelabuhan RI Bakal Naik

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 17 November 2020 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 320 2310946 biaya-sandar-kapal-di-pelabuhan-ri-bakal-naik-PV4Od7LP3a.jpg Biaya Sandara Kapal Bakal Naik. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) semaksimal mungkin mendorong Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)dari sektor transportasi. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pun berencana menaikan tarif biaya sandar di pelabuhan.

Tujuannya agar bisa menutupi kekurangan PNBP dari udara dan kereta api yang melorot akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga: Menhub: Pelabuhan Patimban Mulai Beroperasi November

"Kami sedang upayakan PNBP ini dari laut. Karena di laut ini seperti biaya sandar di semua pelabuhan kita masih relatif bisa ditambahkan. Biaya-biaya pelabuhan, swasta, katakanlah di Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera itu logistiknya banyak sekali, mungkin kita bisa dapatkan," ujar Menhub dalam video virtual, Selasa (17/11/2020).

Kata dia, kenaikan biaya sandar dan biaya-biaya di pelabuhan itu akan dilakukan mulai tahun depan.

"Sehingga tahun ini kita tidak bisa maksimal, tahun depan mungkin bisa maksimal dari dua kegiatan itu," bebernya.

Baca Juga: Libur Panjang Tidak Membuat Penyeberangan Penumpang Ramai

Dia pun menambahkan sudah memiliki strategi untuk menghabiskan sisa anggaran kementeriannya. Salah satunya melakukan optimalisasi penyerapan anggaran melalui revisi anggaran untuk pemanfaatan sisa tender dan kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan.

"Kita pindah beberapa proyek standar," tegasnya.

Sementara itu, Budi Karya Sumadi merincikan, okupansi kereta api lumpuh dan udara hanya 15%. Sehingga sektor PNBP ini anjlok.

"PNBP ini agak dilematis. Kereta api dan udara sama sekali lumpuh itu kalau udara 15% dan kereta api juga lumpuh yang mana kita enggak bisa operasi permintaanya sedikit dan okupansinya kita batasi 5%, sehingga kita enggak dapat maksimalkan PNBP," kata Menhub.

Namun demikian, PNBP bisa agak diselematkan dari sektor kelautan. Hal itu dikarenakan masih ada biaya sandar kapal dari pelabuhan.

"Itu banyak dari laut yang mana laut itu seperti biaya sandar dan pelabuhan kita relatif bisa ditambahkan Sulawesi dan Kalimantan. Tahun depan ada kenaikan maksimal dan saya sampaikan ucapkan minta maaf karena realiasinya tidak tercapai," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini