Sri Mulyani Soroti Keberadaan Fintech, Ada Apa?

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 320 2311592 sri-mulyani-soroti-keberadaan-fintech-ada-apa-g58HY0yrRS.jpg Fintech Bisa Membuka Lapangan Kerja Baru. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA- Industri finansial teknologi atau fintech terus berkembang pesat di Indonesia. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, fintech merupakan pendatang baru di sektor keuangan tapi akan memberikan dan membuka lapangan kerja.

"Fintech ini sementara pada saat yang sama melindungi konsumen dan menciptakan lapangan kerja," ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (18/11/2020).

Baca Juga: Menko Airlangga Yakin Fintech Bisa Kurangi Pengangguran

Kata dia, pemerintah Indonesia memastikan bahwa sektor ini teregulasi dengan baik dan memiliki level playing field yang sama dengan perbankan.

"Pemerintah Indonesia telah mengupayakan hal tersebut. Misalnya kesempatan yang sama untuk menjual obligasi ritel Indonesia. Sebelumnya kami hanya mengizinkan perbankan saja yang menjadi agen penjual," bebernya.

Saat ini, banyak fintech yang muncul dan berkembang dengan kreativitas masing-masing. Adapun, fintech tersebut tumbuh biasanya mereka akan diakuisisi oleh perusahaan yang lebih besar.

Baca Juga: Menko Airlangga Pamer 4 Unicorn dan 1 Decacorn di RI

"Jadi tidak akan pernah ada lapangan bermain yang setara. Karena ketika sebuah fintech semakin besar, maka fintech tersebut akan memiliki kemampuan dalam hal likuiditas, modal dan bisa menguasai pasar. Jadi pertanyaan tentang persaingan yang sehat akan menjadi sangat kritis pada era teknologi digital ini," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan Financial technology (Fintech) akan memainkan peran penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Kehadiran fintech diyakini bisa mengurangi pengangguran di Indonesia.

Baca Juga: Menko Airlangga Pamer 4 Unicorn dan 1 Decacorn di RI

"Kami (pemerintah) melihat tantangan fintech saat ini juga diharapkan bisa jawab tantangan terhadap potensi pengangguran terbuka. Jadi fintech ini dapat dorong kegiatan UMKM dan kewirausahaan," ujar dia.

Kemudian, lanjut dia, selain peran dari fintech untuk mengurangi angka pengangguran, pemerintah juga memainkan peran. Seperti melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini