Sri Mulyani Kekeuh Naikkan Cukai Rokok meski Dihadang Penolakan

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 320 2312185 sri-mulyani-kekeuh-naikkan-cukai-rokok-meski-dihadang-penolakan-7fvg5jEj7A.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok tahun depan bakal naik. Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, kenaikan cukai rokok tinggal menunggu waktu.

"Nanti tarif cukai rokok akan dikeluarkan pada waktunya, untuk tujuan paling optimal dan dalam objektif yang cukup banyak,” kata Sri Mulyani Indrawati dalam video virtual, Kamis (19/11/2020).

Baca Juga: Ada Kabar Tarif Cukai Naik 19%, Kenaikan Harga Rokok Harus Sesuai Inflasi

Kata dia, memang kenaikan cukai ini banyak menghadapi penolakan dari berbagai pihak. Sebagian elemen masyarakat terpantau melakukan aksi demo bernada pro dan kontra atas kebijakan itu.

“Kemarin ada demo dari para buruh rokok mereka datang ke Monas, minta menemui Presiden. Petani juga ada yang demi meminta agar tarif cukai rokok tidak naik. Sementara di sisi lain ada yang minta naik banget,” ujarnya.

Baca Juga: Cukai Rokok Bakal Naik, Serikat Pekerja Demo Besar-besaran

Sri Mulyani menyampaikan, dalam mengambil kebijakan, pemerintah memastikan banyak melibatkan stakeholder dari berbagai kalangan dengan berbagai pandangan.

"Kebijakan cukai 2021 yang dibuat menjadi win-win solution," tandasnya.

Sebelumnya, saat pemerintah menaikkan cukai sebesar 23% dan Harga Jual Eceran (HJE) rokok sebesar 35% di akhir 2019, masyarakat tembakau di Indonesia merasakan imbasnya.

Mulai dari serapan pembelian tembakau dan cengkih sebagai bahan baku dalam industri rokok hingga produksi rokok telah mengalami penurunan yang signifikan.

“Turunnya produksi dan penjualan rokok ini, turut berdampak buruk pada kesejahteraan masyarakat petani tembakau dan cengkih serta pekerja linting rokok. Apalagi situasi Pandemi Covid-19 yang memukul global dan nasional, sedikit banyak telah menggangu geliat IHT beserta petani yang terlibat di dalamnya,” jelas Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo 

Saat pemerintah menaikkan cukai sebesar 23% dan Harga Jual Eceran (HJE) rokok sebesar 35% di akhir 2019, masyarakat tembakau di Indonesia merasakan imbasnya.

Mulai dari serapan pembelian tembakau dan cengkih sebagai bahan baku dalam industri rokok hingga produksi rokok telah mengalami penurunan yang signifikan.

“Turunnya produksi dan penjualan rokok ini, turut berdampak buruk pada kesejahteraan masyarakat petani tembakau dan cengkih serta pekerja linting rokok. Apalagi situasi Pandemi Covid-19 yang memukul global dan nasional, sedikit banyak telah menggangu geliat IHT beserta petani yang terlibat di dalamnya,” jelas Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini