Menko Luhut Cerita soal Proyek Food Estate, Ada Apa?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 320 2312437 menko-luhut-cerita-soal-proyek-food-estate-ada-apa-hV1QW8UP5G.jpg Menko Luhut (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah telah menetapkan dua wilayah sebagai kawasan Food Estate (lumbung pangan) sebagai program strategis nasional sepanjang 2020-2024. Untuk tahap awal, kedua wilayah yang dipilih pemerintah adalah Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, dari sisi komoditas, pemerintah melakukan penanaman sejumlah komoditas yang berbeda di kedua wilayah tersebut. Untuk Sumatera Utara, komoditas yang ditanam berupa kentang, bawang merah, bawang putih, wortel dan beberapa tanaman lainnya.

Sementara di Kalimantan Tengah, pangan pokok yang ditanam berupa padi dan singkong. Meski demikian, baik Kalimantan dan Sumatera, ada sejumlah komoditas yang akan ditanam dan dikembangkan.

"Perlu saya jelaskan bahwa kawasan Food Estate akan dibangun di dua Provinsi untuk tahap awal ini. Pertama, di Provinsi Sumatera Utara untuk menanam tiga komoditas paling tidak yaitu kentang, bawang merah, bawang putih, wortel dan beberapa tanaman lainnya. Kedua, Provinsi Kalimantan Tengah, khusus padi dan singkong, dan tentunya akan dikembangkan dengan yang lain," ujar Luhut, Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Pemilihan dua kawasan Food Estate tersebut tentu dilakukan melalui serangkaian kajian lingkungan dan proses peralihan kawasan hutan melalui survei lapangan. Dengan begitu, dia meyakini kawasan Food Estate tidak melewati batas hutan lindung atau area konservasi lainnya.

Bahkan, ke depannya kawasan Food Estate akan menjadi contoh penerapan koperasi pertanian dari hulu ke hilir dan pasca panen hingga masuk ke industri pertanian.

"Kita harapkan melalui program ini bisa terwujud kawasan hortikultura dan kawasan pertanian terpadu yang berdaya saing, ramah lingkungan, dan modern yang hasilnya bisa didapatkan petani dalam jumlah besar," kata dia.

Sebelumnya, Luhut menilai, Food Estate di Humbang Hasnundutan, Sumatera Utara dikuasai oleh masyarakat. Menurut dia, dominasi rakyat dalam distribusi lahan ini bisa direplikasi di tempat lain. Di mana dengan pendekatan benefit ekonomi yang lebih menguntungkan masyarakat, walaupun tidak serta-merta sama

"Jadi seluruh total lahan Food Estate di Humbang Hasundutan, yang menjadi milik rakyat 80% sisanya investor hanya 20%," katanya.

Kemudian, lanjut dia, lahan itu dibagi 1 hektar per keluarga. Mereka juga tidak boleh memperjualbelikan tanah itu. Tapi, bisa memberikan kepada keturunannya. Hanya untuk pertanian. Bahkan, dominasi rakyat dalam penguasaan lahan, selama berpuluh-puluh tahun tak pernah terjadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini