Harga Emas Naik Usai Menkeu AS Bicara soal Stimulus Ekonomi

Fakhri Rezy, Jurnalis · Sabtu 21 November 2020 07:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 21 320 2313475 harga-emas-naik-usai-menkeu-as-bicara-soal-stimulus-ekonomi-EgbecY6ZwA.jpg Emas (Shutterstock)

NEW YORK - Harga emas naik lebih tinggi pada perdagangan Jumat (20/11/2020) waktu setempat. Kenaikan tersebut dikarenakan menteri Keuangan Steven Mnuchin mengisyaratkan bahwa negosiasi terus berlanjut untuk stimulus ekonomi lanjutan.

Melansir Reuters, Jakarta, Sabtu (21/11/2020), harga emas spot naik 0,3% menjadi USD1.872,95 per ons, tetapi turun 0,8% dalam sepekan. Emas AS kontrak berjangka naik 0,7% menjadi USD1.872,40.

 Baca juga: Harga Emas Berjangka Meredup Hampir 1% Tertekan Harapan Pemulihan Ekonomi

Mnuchin mengatakan dia dan Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows akan berbicara pada hari Jumat dengan Kongres Republik pemimpin dalam negosiasi dengan Kongres tentang lebih banyak dukungan ekonomi.

"Pikiran pembicaraan stimulus bergerak maju sekali lagi didukung emas karena kami menyadari likuiditas dan fiskal bank sentral langkah-langkah stimulus terus menjadi kekuatan pendorong di balik ini pasar, " kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

 Baca juga: Harga Emas Turun Lagi di Tengah Optimisme Vaksin Covid-19

Bullion telah merosot sekitar 5% sejak laporan positif di Vaksin COVID-19 dari Pfizer dan Moderna dalam 12 hari terakhir. Emas terutama mendapat keuntungan tahun ini di belakang kerusakan ekonomi dari pandemi dan stimulus global yang dihasilkan.

"Tapi emas akan tetap didukung karena vaksin akan memakan waktu berbulan-bulan dan bulan-bulan untuk didistribusikan dengan cukup baik agar efektif dan pemerintah AS akan terus mengalami kebuntuan," kata Jeffrey Christian, mitra pengelola CPM Group.

Investor menarik USD4 miliar dari emas, arus keluar terbesar pernah, di tengah serbuan untuk aset berisiko minggu lalu, kata BofA Jumat.

"Sementara latar belakang makro tetap mendukung, kuncinya Risiko penurunan berasal dari permintaan fisik dan ETP kepemilikan (produk yang diperdagangkan di bursa)," kata Standard Chartered analis Suki Cooper dalam sebuah catatan.

"Pembeli tampaknya masih melihat penurunan harga di bawah USD1.860 per ons sebagai level entri yang menarik, dan harga bertahan dengan baik mengingat ukuran arus keluar ETP," ujarnya.

Perak naik 0,8% menjadi USD24,27 per ons. Platinum turun 0,2% menjadi USD949,93, sementara paladium stabil di USD2.325,60.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini