5 Fakta Penumpang Lion Air Melahirkan di Pesawat, Kisahnya Bikin Deg-degan

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 22 November 2020 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 21 320 2313709 5-fakta-penumpang-lion-air-melahirkan-di-pesawat-kisahnya-bikin-deg-degan-TrfqZWHhUg.jpg Evakuasi Penumpang Melahirkan di Pesawat Lion Air (Dok Lion Air)

JAKARTA - Lion Air Group mengkonfirmasi adanya penanganan satu penumpang bernama Anastasia Geavani yang melahirkan di dalam pesawat udara. Penumpang tersebut dalam perjalanan Merauke–Jayapura– Makassar– Jakarta.

Lion juga memastikan bahwa penanganan proses persalinan sudah sesuai standar prosedur (SOP). Berikut adalah fakta penumpang Lion Air Melahirkan di Pesawat yang dirangkum Okezone, Minggu (22/11/2020):

 Baca juga: Bayi yang Lahir di Pesawat Lion Air Masih Lemah

1. Ini Kronologi Penumpang Lion Air Melahirkan

Satu orang penumpang maskapai Lion Air bernama Anastasia Geavani secara mendadak mengeluhkan perutnya sakit kala menjalani penerbanganan dari Merauke menuju Makassar pada Selasa 17 November 2020. Dia menggunakan pesawat dengan nomor penerbangan JT-797 rute dari Bandar Udara Internasional Sentai, Jayapura, Papua.

 Evakuasi penumpang yang melahirkan di Lion Air

Lion Air penerbangan JT-797 lepas landas dari Bandar Udara Internasional Sentani dengan jadwal keberangkatan pukul 13.35 WIT. Kira-kira 50 menit dari jadwal terbang, pendamping dari penumpang dimaksud meminta bantuan kepada awak kabin bahwa mengeluh sakit perut dan meminta air putih hangat,” kata Corporate Communications Lion Air Danang Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis.

 Baca juga: Penumpang Melahirkan di Lion Air, Berikut Aturan Naik Pesawat untuk Ibu Hamil

2. Pihak Lion Air Langsung Menangani

Menurut Corporate Communications Lion Air Danang Danang Mandala Prihantoro saat itu, pimpinan awak kabin bernama Novitalia bersama kru kabin lainnya menghampiri langsung guna mengetahui kondisi aktual penumpang. Setelah mendapatkan informasi detail, segera melakukan pengumuman apakah dalam penerbangan terdapat profesi dokter.

“Satu penumpang atas nama Marthina Setiawati Randabunga mengaku sebagai dokter dengan menunjukkan identitas resmi serta dokumen pendukung lainnya. Koordinasi dan kerjasama yang baik antara awak kabin dan dokter, proses persalinan (melahirkan) penumpang termasuk penanganannya tersebut berjalan normal, dilakukan di kursi bagian belakang. Ibu dan anak dalam keadaan sehat serta selamat,” ujarnya.

3. Pilot Lion Air Langsung Pengalihan Pendaratan ke Bandar Udara Terdekat

Dia menambahkan, pilot Capt. Eirstanto Prabowo bersama kopilot Tanto Adi Prasetyo setelah koordinasi dengan dokter dan awak kabin memutuskan untuk pengalihan pendaratan ke bandar udara terdekat, yakni Bandar Udara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku.

“Pilot menginformasikan kepada petugas lalu lintas udara dan petugas darat, dalam penerbangan terdapat penumpang yang membutuhkan penanganan kesehatan lebih lanjut,” kata dia.

4. Setelah Pesawat Mendarat, Penumpang yang Akan Melahirkan Langsung Ditangani

Pesawat udara mendarat pada 15.49 WIT. Setelah pesawat udara parkir pada tempatnya dan pada posisi sempurna, petugas layanan darat Lion Air bersama tim medis segera menangani penumpang dimaksud, untuk dibawa ke rumah sakit terdekat. Lion Air penerbangan JT-797 kembali mengudara dari Bandar Udara Internasional Pattimura tujuan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 16.30 WIT.

“Pesawat tiba pada 17.15 WITA. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada awak kabin yang bertugas, dokter pada penerbangan serta ground handling di Ambon yang menangani operasional dan penanganan satu penumpang melahirkan penerbangan JT-797,” pungkasnya.

5. Bayi yang Lahir di Pesawat Lion Air Masih Lemah

Hingga Kamis 19 November 2020, Bayi tersebut masih dirawat dalam tabung inkubator di rumah sakit umum daerah dr. haulussy ambon. Sementara itu, sang ibu dalam kondisi sehat dan hanya menjalani perawatan di rumah

Bayi berjenis kelamin laki-laki ini masih dirawat intensif di ruang kebidanan, RSUD Dr Haulussy, Kota Ambon, Maluku. Sang bayi yang belum diberi nama ini terpaksa harus di rawat dalam tabung inkubator karena kondisinya yang masih lemah.

dia pun diberi bantuan pernapasan untuk menjaga kondisinya. Menurut keterangan pihak rumah sakit, bayi tersebut lahir prematur dengan umur kehamilan baru enam bulan.

"Berat badannya pun terhitung ringan/ yang hanya mencapai 1 kilogram," ujar Kasubag Humas RSUD Dr Haulussy Nurima Rumra.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini