JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) geram dengan kinerja dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang dinilainya masih amat lamban. Padahal, kini sudah menjelang akhir tahun, hingga membuat realisasi anggaran kementerian dan daerah masih banyak yang belum terserap.
Terkait hal itu, Okezone sudah merangkum beberapa fakta, Jakarta, Senin (23/11/2020).
1. Jokowi Soroti Pengadan Barang
Dia menyebut bahwa waktu yang tersisa untuk belanja saat ini kurang dari sebulan. Dia menyoroti masih ada sektor yang belum melakukan pengadaan.
“Tadi pak LKPP menyampaikan ini bulan November, sudah tanggal 18 November. Masih ada yang untuk proses konstruksi masih dalam proses Rp40 triliun. Terus mengerjakannya kapan? Pengerjaannya kapan? Tinggal sebulan. Ingat tanggal 22 sudah tutup masuk libur panjang akhir tahun,” ujarnya saat membuka Rakornas Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
2. Kepala Negara Minta Anggaran Konstruksi Tak Dianggarkan
Jokowi mengatakan anggaran konstruksi jangan terlalu cepat dibelanjakan di akhir tahun. Dirinya mengatakan, jika dibelanjakan sekarang dan langsung dikerjakan maka bangunannya bisa saja ambruk.
“November masih Rp40 triliun dan itu adalah konstruksi. Terus nanti kalau misalnya jadi, barangnya kayak apa? Kalau bangunan ya ambruk. Kalau jembatan ya ambruk. Hanya berapa bulan. Jangan sampai sekali lagi diulang-ulang semuanya menumpuk di akhir tahun,” tegasnya.
3. Situasi Krisis, Dibutuhkan Percepatan
Dia menekankan bahwa di dalam situasi krisis seperti sekarang ini yang dibutuhkan adalah kecepatan dalam realisasi belanja pemerintah. Pasalnya belanja pemerintahlah yang mendorong permintaan.
“Meningkatkan konsumsi masyarakat yang selanjutnya menggerakan produksi dan tentu saja kita harapkan ekonomi akan tumbuh kembali,” kata dia.