Penjualan Online di Indonesia Meroket karena Pandemi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 320 2315259 penjualan-online-di-indonesia-meroket-karena-pandemi-SJoPoeeoyt.jpg Belanja Online Meningkat Selama Pandemi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - E-commerce merupakan salah satu sektor usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan saat pandemi Covid-19. Tren positif itu diramalkan berlanjut terus meski wabah telah selesai.

Berdasarkan Laporan e-Conomy SEA tahun 2020 yang disusun oleh Google, Temasek, dan Bain & Company e-commercer di Indonesia akan terus tumbuh sebesar 21% pada tahun 2025 mendatang. Diprediksi perputaran uang di toko daring itu mencapai USD 83 miliar pada 2025.

Baca Juga: Google dan Temasek Beli Saham Tokopedia

Pada tahun 2020 nilai e-commerce naik 54% menjadi USD32 miliar, dari USD21 miliar pada 2019. Pertumbuhan momentum e-commerce di Indonesia juga tercermin dari peningkatan lima kali lipat jumlah supplier lokal yang mencoba berjualan online karena pandemi.

“Laporan tahun ini menunjukkan ekonomi digital Indonesia terus bertumbuh dua digit, dipimpin oleh e-commerce dan media online,” kata Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf dalam diskusi virtual, Selasa (24/11/2020).

Baca Juga: 6 E-Commerce Ini Enggak Ada Matinya meski Covid-19 Berakhir

Menurut dia, akibat adanya pandemi membuat mayoritas orang berada di rumahnya untuk menyelesaikan segala aktivitasnya. Oleh sebab itu membuat sektor usaha transportasi mengalami penurunan pemasukan dibanding tahun sebelumnya.

“Dengan adanya pandemi, sektor tertentu seperti perjalanan dan transportasi memang terhambat tetapi, seperti yang ditunjukkan laporan ini, hingga 2025 keduanya diperkirakan akan bangkit dalam jangka pendek hingga menengah,” ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi internet yang mantap seperti ini juga terjadi di Asia Tenggara. Laporan menemukan bahwa ekonomi digital kawasan ini bertumbuh kian cepat akibat pandemi, mencapai USD100 miliar pada 2020 dan akan melampaui USD300 miliar pada 2025.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini