Permintaan Batu Bara Domestik Mulai Naik sejak Pertengahan 2020

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 25 November 2020 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 320 2315900 permintaan-batu-bara-domestik-mulai-naik-sejak-pertengahan-2020-YC2HsenRRl.jpg Batu Bara (Shutterstock)

JAKARTA - Industri pertambangan batu bara di Indonesia didominasi oleh ekspor dengan persentase 75 persen. Sementara itu, persentase pasar batu bara domestik sebesar 25 persen.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia mengatakan, industri batu bara domestik sempat mengalami pelambatan sejak awal pandemi Covid-19. Namun, sejak pertengahan tahun 2020 dengan ekonomi sudah mulai tumbuh dan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan demand untuk batu bara sudah membaik.

 Baca juga: Menteri ESDM Sebut RI Butuh Batu Bara hingga 172 Juta Ton di 2021

"Sektor energi sudah mulai meningkat dan industri-industri lain seperti semen, kertas, smelther juga masih tetap beroperasi dan demand terhadap batu bara meningkat," ujar Hendra dalam acara Market Review IDX Channel, Rabu (25/11/2020).

Hendra menambahkan, pihaknya saat ini merasa sedikit lega dengan adanya peningkatan demand batu bara dalam negeri karena sempat merosot tajam di awal masa pandemi, meskipun angka konsumsi batu bara dalam negeri belum sesuai target.

 Baca juga: Target Penyerapan Batu Bara Domestik Meleset Gegara Covid-19

"Berdasarkan informasi yang kami terima ini mulai membaik tapi masih di bawah target konsumsi dalam negeri yang awalnya ditargetkan sekitar 155 juta ton, kurang lebih kemungkinan akan berkisar di 140 juta ton atau lebih rendah dari itu, tapi lebih bagus dibanding assesment kita di kuartal I yang melihat bahwa domestik ini bahkan mungkin hanya 120 juta ton," ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini