Siapa Cepat Dia Dapat, Masih Ada Rp2,49 Triliun untuk Bank

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 25 November 2020 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 320 2316155 siapa-cepat-dia-dapat-masih-ada-rp2-49-triliun-untuk-bank-pDd8Ev7ZEF.jpg Masih Ada Rp2,49 Triliun Dana untuk Dititipkan di Perbankan. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat masih ada sisa anggaran untuk ditempatkan di perbankan.

Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan Andin Hadiyanto mengatakan, ada dana Rp2,49 triliun yang rencananya akan dititipkan ke perbankan.

Baca Juga: Bos Himbara Minta Perbankan Hati-Hati saat Covid-19

"Kalau kita catat itu saat ini dana di perbankan sebesar Rp64,5 triliun dari total Rp66,99 triliun. Lalu, masih ada Rp2,49 triliun sisa alokasi dana," kata Andin dalam video virtual, Jumat (22/11/2020).

Kata dia, pemerintah sudah menyalurkan ke Himbunan Bank Milik Negara (Himbara) sebesar Rp47,5 triliun dan ke 11 Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp14 triliun dan 3 bank syariah Rp3 triliun.

"Saat ini sudah ada beberapa perbankan yang mengajukan diri untuk mendapatkan penempatan dana dari pemerintah," imbuhnya.

Baca Juga: Perbankan Diimbau Antisipasi Bisnis Nasabah yang Sulit Beradaptasi

Dia menambahkan, bank yang tergabung dalam Himpunan Bank-Bank Negara atau Himbara mendapatkan dana Rp47,5 triliun dengan penyaluran kreditnya sebesar Rp218,36 triliun kepada 3,55 juta debitur.

“Pertumbuhan penyaluran kredit bank Himbara secara mingguan naik sebesar Rp11,56 triliun atau 5,6%,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Sunarso mengingatkan agar industri perbankan tetap berhati-hati dalam mengelola keuangan di tengah pandemi Covid-19. Meski tingkat kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) masih relatif rendah dan terkendali di tengah pandemi, tapi hal itu juga perlu diwaspadai.

"Itu kan NPL rendah karena kebijakan, tapi sebetulnya substansinya itu apakah benar risikonya serendah itu? Itu yang harus menjadi tanggung jawab kita untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi," ujar Sunarso dalam acara CEO Networking 2020 secara virtual.

Sunarso menambahkan, untuk melihat dampak dari pandemi dan mengantisipasinya, perbankan juga harus fokus pada loan at risk dan tidak bisa hanya menggunakan patokan NPL saja. Menurutnya, prinsip kehati-hatian harus terus dijaga oleh bank.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini