Bos Himbara Minta Perbankan Hati-Hati saat Covid-19

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 320 2315286 bos-himbara-minta-perbankan-hati-hati-saat-covid-19-4qEUDoTgqG.jpg Perbankan (Shutterstock)

JAKARTA - Ketua Umum Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Sunarso mengingatkan agar industri perbankan tetap berhati-hati dalam mengelola keuangan di tengah pandemi Covid-19. Meski tingkat kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) masih relatif rendah dan terkendali di tengah pandemi, tapi hal itu juga perlu diwaspadai.

"Itu kan NPL rendah karena kebijakan, tapi sebetulnya substansinya itu apakah benar risikonya serendah itu? Itu yang harus menjadi tanggung jawab kita untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi," ujar Sunarso dalam acara CEO Networking 2020 secara virtual, Selasa (24/11/2020).

 Baca juga: Perbankan Diimbau Antisipasi Bisnis Nasabah yang Sulit Beradaptasi

Sunarso menambahkan, untuk melihat dampak dari pandemi dan mengantisipasinya, perbankan juga harus fokus pada loan at risk dan tidak bisa hanya menggunakan patokan NPL saja. Menurutnya, prinsip kehati-hatian harus terus dijaga oleh bank.

Direktur Utama Bank BRI ini mengingatkan kepada perbankan agar tidak terlalu menggebu-gebu mengejar laba di tengah situasi saat ini. Ada pendapatan saja sudah baik dan lebih baik pendapatannya disimpan untuk dijadikan cadangan.

Baca juga: Uang Nasabah Banyak Raib, Begini Komentar Kepala LPS

"Tidak hanya untuk meng-cover NPL tetapi meng-cover yang potensial menjadi NPL, itu yang loan at risk, itu akan menjadi lebih penting dan lebih bijak. Sehingga saat seperti ini sebenernya intinya biar selamat dulu deh, untung kemudian," kata dia.

Sementara itu terkait restrukturisasi, realisasi restrukturisasi kredit Himbara atas debitur yang terdampak covid-19 sampai dengan Oktober 2020 sebanyak 3,98 juta debitur dengan total debet sebesar Rp490,47 triliun.

Sunarso menuturkan, khusus untuk BRI, pertama kalinya mencapai porsi portfolio UMKM hingga 80,63 persen pada September 2020. Dengan porsi portfolio seperti itu, lanjutnya, maka prioritas menyelamatkan nasabah UMKM menjadi sangat penting.

"Maka itulah arti dari angka restrukturisasi yang sebegitu besar. Total di Himbara yang direstrukturisasi Rp490 triliun dan itu menyangkut 3,98 juta nasabah. Artinya benar bahwa Himbara, khususnya BRI, yang memang fokus di UMKM, fokusnya sekarang adalah menyelamatkan nasabah-nasabah UMKM," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini