Kena Tipu Belanja Online? Lakukan Langkah Ini

Reza Andrafirdaus, Jurnalis · Rabu 25 November 2020 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 622 2315889 kena-tipu-belanja-online-lakukan-langkah-ini-gQ5HdNkl58.jpg Belanja Online (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA – Belanja online semakin disukai masyarakat, apalagi bagi mereka yang malas untuk keluar rumah. Dengan belanja online, membeli barang jadi mudah dan lebih terjangkau.

Sayangnya, dibalik keluasan teknologi tersebut, masih ada oknum yang memanfaatkan untuk merugikan orang lain, yaitu dengan cara menipu. Modus penipuan biasanya berupa barang yang sudah dibayar tak kunjung didapatkan. Kemudian ketika dihubungi, penjual sudah menghilang dan tidak memberikan jawaban serta uang tak bisa kembali.

Jika mengalami kejadian tersebut, perhatikan langkah yang perlu ditempuh agar penipu menjadi jera. Ditulis dari instagram @rumahpengusaha, Rabu (25/11/2020), berikut hal-hal yang perlu ditempuh ketika tertipu belanja online.

Baca Juga: Penjualan Online di Indonesia Meroket karena Pandemi

1. Datang ke Bank

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mendatangi bank, bukan ATM, yang digunakan. Kemudian, bukti transfer atau struk/sms banking akan diminta oleh customer service (CS). Bukti transfer tersebut digunakan untuk memproses laporan yang dibuat.

2. Ceritakan Kronologi

Setelah menyerahkan bukti transfer, ceritakan kronologi yang sesungguhnya. Usahakan untuk menceritakannya secara detail dan runtut. Dengan menceritakan kronologi akan memperjelas CS untuk memahami kasus dan dapat melakukan tahap selanjutnya.

3. Pihak Bank Menghubungi Penipu

Si penipu akan dihubungi oleh pihak bank dengan cara melacak nomor rekening yang ia gunakan untuk menipu. Nomor rekening tersebut biasanya terdapat pada bukti transfer yang telah diberikan.

Setelah mencoba menghubungi dan benar rekening tersebut digunakan untuk menipu, maka nomor tersebut akan dibekukan oleh pihak bank.

4. Mediasi

Pihak bank akan memfasilitasi mediasi dengan menghubungkan penipu dan korban. Pada tahap ini, biasanya terjadi negosiasi dengan penipu agar uang yang telah ditransfer segera dikembalikan. Jika negosiasi menemui jalan buntu, maka masalah dapat berlanjut ke pihak yang berwajib.

5. Bekerja Sama dengan Polisi

Jika mediasi tak berhasil, pihak bank akan bekerja sama dengan kepolisian. Setelah diproses lebih lanjut, penipu tersebut akan dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) dan akan segera dilakukan penangkapan.

Ketika penangkapan telah dilakukan, penipu akan dimintai keterangan dan ia harus mengembalikan uang kepada korban.

6. Uang Kembali

Uang bisa kembali ke rekening korban, sedangkan penipu akan menjalani proses hukum. Pada akun intagram @rumahpengusaha juga kembali mengingatkan, syarat terpenting dalam pelaporan kasus penipuan adalah bukti transfer. Bukti tersebut dapat digunakan sebagai alat bukti untuk memproses laporan yang dibuat. Jika struk hilang, gunakan histori pengiriman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini