Kebijakan Ekspor Benih Lobster Edhy Prabowo Vs Susi, Nelayan Pilih Siapa?

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 320 2316448 kebijakan-ekspor-benih-lobster-edhy-prabowo-vs-susi-nelayan-pilih-siapa-RV3VXnAS9k.jpg Nelayan soal Ekspor Benih Lobster (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah komando Edhy Prabowo mengizinkan ekspor benih lobster dengan merevisi peraturan Menteri Susi Pudjiastuti tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Indonesia.

Keputusan itu dinilai hanya menguntungkan para pedagang atau eksportir, namun tak akan berdampak kepada kesejahteraan nelayan. Hal ini karena para nelayan lebih setuju kalau biota laut tersebut dirawat atau dibesarkan di perairan Indonesia.

"Kenapa tidak dibudidaya sampai menjadi besar di negeri kita sendiri? Toh wilayah perairan kita banyak sekali yang potensial untuk budidaya segala macam biota laut tak terkecuali termasuk keberadaan lobster ini," kata Ketua Forum Nelayan (Fornel) Jepara Utara Sholikul Hadi kepada Okezone, Kamis (26/11/2020).

Baca Juga: Keponakan Prabowo Buka-bukaan soal Izin Ekspor Benih Lobster 

Menurut dia, eksploitasi penangkapan benur secara besar-besaran menyebabkan harga jatuh.

"Sekalipun benih didapat dari hasil budidaya tetap saja tidak akan memberi keuntungan, justru yang terjadi adalah kerugian," ujarnya.

 

Seperti diketahui, kini Edhy Prabowo telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK). Dirinya ditangkap terkait ekspor benur lobster.

KPK mengungkap adanya dugaan aliran uang sebesar Rp3,4 miliar dari salah satu pemilik PT Aero Citra Kargo (PT ACK) berinisial ABT untuk Edhy Prabowo. Uang itu diduga ditransfer oleh ABT ke rekening Ainul Faqih (AF) selaku staf Istri Menteri Edhy Prabowo.

Uang sebesar Rp3,4 miliar yang masuk ke rekening Ainul Faqih, diduga digunakan oleh Edhy Prabowo (EP); istrinya, Iis Rosyati Dewi (IRD); Stafsus Menteri KKP, Safri (SAF); serta Stafsus Menteri KKP lainnya, Andreau Pribadi Misata (APM), untuk belanja barang mewah di Amerika Serikat (AS).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini