Keponakan Prabowo Buka-bukaan soal Izin Ekspor Benih Lobster

Hasan Kurniawan, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 09:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 320 2316374 keponakan-prabowo-buka-bukaan-soal-izin-ekspor-benih-lobster-sR1qFzR1tk.jpg Keponakan Prabowo Jelaskan Soal Ekspor Benih Lobster. (Foto: Okezone.com)

TANGERANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

Penangkapan ini diduga terkait izin ekspor benih lobster. Sedikitnya, ada sekira 30 perusahaan yang telah mendapatkan izin. Beberapa di antaranya merupakan milik kader Gerindra dan yang berafiliasi dengannya. Salah satunya adalah eskportir PT Bima Sakti Mutiara.

Baca Juga: 4 Fakta Barang Mewah yang Dibeli Edhy Prabowo Pakai Duit Rp1 Miliar

Komisaris Perusahaan Hashim Sujono Djojohadikusumo, yang juga adik dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Gerindra. Perusahaan ini juga menempatkan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, putri Hashim, sebagai Direktur Utamanya.

Saat dikonfirmasi terkait penangkapan Edhy, Saraswati mengaku menunggu kepastian kasusnya.

"Saya juga masih menunggu kepastian soal kasusnya sih, ya kan. Tetapi kita belum ada instruksi dan belum ada kabar," kata Saraswati, Kamis (26/11/2020). .

Baca Juga: Intip 26 Eksportir Benih Lobster Pilihan Edhy Prabowo

Ditanya lebih jauh tentang izin ekspor benih lobster yang menjerat Menteri Edhy dengan perusahaan ekspor PT Bima Sakti Mutiara yang tengah dijalaninya, Saraswati mengaku hal itu tidak punya hubungan sama sekali.

"Perusahaan tidak ada hubungannya, karena kan bisa saja, dia sendiri sebagai individu. Kalau memang terbukti yah. Karena kan, masih azas praduga tidak bersalah," jelasnya.

Seperti diketahui, dibukanya kembali ekspor benih lobster diatur dalam Permen KP Nomor 12 tahun 2020 yang terbit awal Mei 2020. Regulasi itu juga mewajibkan eksportir untuk melepasliarkan 2% hasil panen ke alam.

Adapun benih lobster yang dibudidaya harus dibeli dari nelayan dengan harga minimal Rp5.000 per ekor. Dari sederet perusahaan eksporir itu, diantaranya milik keluarga Saras

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini