Hariyadi melanjutkan, dari fasilitas kesehatan seperti ketersediaan rumah sakit, tenaga medis juga memadai di Bali. Selain itu, tingkat konektivitas juga cukup tinggi di mana frekuensi terbang pesawat yang ke Bali bisa mencapai ratusan.
"Fasilitas restoran juga sangat memadai. Jadi kalau mau ambil test case, Bali sudah memenuhi syarat dari safety dan komersialnya," tuturnya.
Dia mencontohkan negara Turki dan Thailand yang sudah membuka pariwisatanya untuk wisman dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Siapapun yang melanggar harus dikenakan sanksi sehingga semua masyarakat bisa disiplin.
"Itu contoh yang menarik untuk kita kaji ulang. Kami menyarankan yang dibuka lebih dulu adalah Bali karena kontrolnya lebih mudah. Kota lain bisa juga dibuka asal disiplin," tandasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.