Bye! Harga Emas Terjun Bebas di Bawah USD1.800

Sabtu 28 November 2020 07:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 28 320 2317776 bye-harga-emas-terjun-bebas-di-bawah-usd1-800-JslKHBrJig.jpg Harga Emas Turun (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas jatuh menembus di bawah level psikologis USD1.800 pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), tertekan meningkatnya optimisme tentang pemulihan ekonomi dipicu oleh vaksin yang cepat dan transisi Gedung Putih yang mulus mendorong investor beralih ke ekuitas AS.

Kontrak emas untuk pengiriman Februari (teraktif baru) di divisi COMEX New York Exchange, anjlok USD23,10 atau 1,28%menjadi ditutup pada USD1.788,10 per ounce. Sementara itu, emas berjangka untuk pengiriman Desember, ditutup 23,60, atau 1,30% lebih rendah pada USD1.781,90 per ounce.

Emas berjangka telah merosot 4,5% dalam seminggu, menandai penurunan tertajam sejak pekan yang berakhir 25 September.

Indeks dolar AS yang jatuh biasanya mendukung emas. Tetapi analis pasar percaya itu tidak berdampak pada logam mulia karena investor telah menggunakan dolar AS sebagai tempat berlindung yang aman yang mirip dengan emas selama pandemi COVID-19.

“Begitu harga menyentuh di bawah level kunci 1.800 dolar AS, itu memicu aksi jual. Kemungkinan harga akan menguji level 1.750 dolar AS saat kami memiliki alasan fundamental yang kuat seperti vaksin," kata analis OANDA Craig Erlam seperti dilansir Antara, Jakarta, Sabtu (28/11/2020).

Baca Juga: Turun Rp2.000, Emas Antam Segram Jadi Rp951.000 

Semakin membebani emas, ekuitas AS berpacu ke rekor tertinggi di tengah optimisme vaksin dan saat investor bertaruh pada perdagangan global yang lebih tenang di bawah pemerintahan Joe Biden di Amerika Serikat.

“Diyakini bahwa Biden akan mengambil pendekatan yang lebih tenang terhadap perdagangan dengan negara lain seperti China dan itu tercermin di pasar saham,” kata analis Natixis, Bernard Dahdah.

 Emas

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis (26/11/2020) bahwa jika Electoral College memilih Biden, dia akan meninggalkan Gedung Putih, membuka jalan bagi Biden untuk secara resmi menjabat sebagai presiden.

“Namun, dengan suku bunga yang sangat rendah dan prospek stimulus ekonomi yang lebih besar, emas terlihat kuat dalam jangka panjang,” kata Dahdah.

Dampak ekonomi dari pandemi COVID-19 telah membuat bank-bank sentral global menekan tingkat suku bunga.

Bersamaan dengan itu, sejumlah besar stimulus ke dalam perekonomian telah menimbulkan kekhawatiran akan inflasi yang lebih tinggi, membantu emas melonjak lebih dari 17% sepanjang tahun ini.

Di logam lain, perak untuk pengiriman Maret turun 80,7 sen atau 3,44% menjadi ditutup pada USD22,639 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun lima dolar AS atau 0,52% menjadi ditutup pada USD964,8 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini