Bos BRI: Bank Lagi Kelebihan Duit tapi yang Ajukan Kredit Sedikit

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 320 2319497 bos-bri-bank-lagi-kelebihan-duit-tapi-yang-ajukan-kredit-sedikit-iBYfGl4C99.jpg Kredit Perbankan Turun. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) banyak yang gulung tikar. Akibatnya, pertumbuhan kredit di bank pun mengalami penurunan.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, kini situasi di perbankan sedang kelebihan dana, karena tidak adanya permintaan kredit. Hal itu terjadi karena kelesuan usaha di UMKM membuat mereka berpikir dua kali untuk mengajukan kredit.

Baca Juga: Salurkan Dana PEN Rp247,5 Triliun, Bos BRI: Terbanyak untuk Korban PHK

"Sekarang di bank lagi kelebihan duit. Justru yang minta kredit yang kurang. Buat apa orang minta kredit kalau enggak ada yang beli," kata Sunarso dalam diskusi virtual, Selasa (1/12/2020).

Menerut dia, untuk menumbuhkan kredit itu bisa dengan cara membelanjakan anggaran lembaga dan institusi pemerintah. Sebab, untuk menumbuhkan daya beli dari UMKM, produk yang mereka jual itu harus ada yang membelinya.

Baca Juga: Penyaluran Kredit BRI Tembus Rp922,97 Triliun, Terbesar ke UMKM

"Menumbuhkan daya beli masyarakat untuk membeli produk UMKM itu yang penting. Stimulus yang dibutuhkan itu adalah goverment spending atau belanja negara. Itu bisa berupa subsidi, bantuan langsung. Itu belanja negara," ujarnya.

Selain itu, upaya lainnya agar kredit terus tumbuh adalah dengan cara pemerintah memberikan jaminan lebih ke bank. Hal ini karena situasinya itu bila ada yang meminta kredit, tapi mereka termasuk ke dalam kriteria yang berisiko tinggi.

"Supaya bank tetap mau memberikan kredit, maka adanya garansi atau pun jaminan. Jadi duitnya ada, bank mau kasih kredit enggak ada. Kalaupun ada, berisiko. Maka diberikan garansi oleh pemerintah," katanya.

Dia mengingatkan agar lembaga dan kementerian segera menggelontorkan anggarannya untuk dibelanjakan kepada pelaku UMKM.

"Yang paling dibutuhkan sekarang stimulus dari pemerintah berupa belanja negara. Kantor-kantor juga belanja furnitur atau segala macam terhadap produk-produk dari UMKM, itu yang paling penting," kata dia.

"Supaya bank tetap mau memberikan kredit, maka adanya garansi atau pun jaminan. Jadi duitnya ada, bank mau kasih kredit enggak ada. Kalaupun ada, berisiko. Maka diberikan garansi oleh pemerintah," katanya.

Dia mengingatkan agar lembaga dan kementerian segera menggelontorkan anggarannya untuk dibelanjakan kepada pelaku UMKM.

"Yang paling dibutuhkan sekarang stimulus dari pemerintah berupa belanja negara. Kantor-kantor juga belanja furnitur atau segala macam terhadap produk-produk dari UMKM, itu yang paling penting," kata dia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini