Sri Mulyani Kecewa Belanja Daerah Tak Secepat Dibayangkan

Ferdi Rantung, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 320 2319757 sri-mulyani-kecewa-belanja-daerah-tak-secepat-dibayangkan-L2mjNtJFJ4.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai realisasi anggaran yang dilakukan Pemerintah Daerah belum begitu cepat. Bahkan daerah masih sangat tergantung pada Pemerintah Pusat.

"Untuk daerah butuh perhatian besar. Kita lihat beberapa belanja daerah tunjukkan eksekusi yang tidak secepat dibayangkan." katanya dalam Konferensi Pers Strategi Implementasi APBN 2021, Selasa (1/12/1010).

Baca Juga: Sri Mulyani Geram Rp239,5 Triliun 'Nganggur' di Rekening Daerah

Dia memaparkan, untuk alokasi kesehatan, daerah yang memiliki anggaran hingga Rp30 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sampai dengan akhir Oktober, realisasinya baru Rp14,9 triliun.

Baca Juga: Kemenkeu Tantang Pemda Gelontorkan APBD Lawan Covid-19

Sedangkan belanja jaring pengaman sosial, daerah dialokasikan Rp22,8 triliun, tapi baru tereksekusi Rp12,9 triliun atau setara 56,6%. Sementara untuk program dukungan ekonomi di daerah yang alokasinya Rp19,2 triliun baru terealisasi Rp2,7 triliun atau hanya 14%.

"Ini menggambarkan nampaknya daerah sangat tergantung pada program pemerintah pusat. Program mereka sendiri eksekusinya belum secepat dan seurgent yang dilakukan pemerintah pusat. Ini jadi satu pembelajaran, karena tentu kita berharap APBD juga lakukan seluruh program sehingga bantu countercyclicalnya." tandasnya.

Sebelumnya, pemerintah kembali menyoroti dana daerah yang mengendap di rekening kas umum daerah (RKUD). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan agar pemerintah daerah segera merealisasikan dana yang mengendap tersebut. Lantaran dana yang mengendap cukup tinggi jumlahnya.

"Output masih kita pantau terus, kita nggak mau dana transfer berhentinya di rekening daerah," ujar Sri Mulyani dalam APBN Kita, Senin (19/10/2020). 

Dia mengatakan pihaknya mendorong agar agar pemerintah daerah segera membelanjakan dana tersebut untuk pemulihan ekonomi setelah terdampak virus Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini