Ponakan Prabowo: Kami Belum Lakukan Ekspor Benih Lobster

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 04 Desember 2020 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 320 2321885 ponakan-prabowo-kami-belum-lakukan-ekspor-benih-lobster-sMJgCQd4jw.jpg Pelabuhan (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Cawalkot Tangerang Selatan sekaligus keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Saraswati Djojohadikusumo mengatakan, perusahaannya PT Bima Sakti Mutiara belum pernah melakukan ekspor benih lobster. Menurutnya perusahaannya cuma baru dapat izin budi daya lobster.

"Kami sampai saat ini baru mendapatkan izin budi daya lobster saja dan baru memulai melakukan hal itu. Izin itu diterbitkan 15 Juni dan diajukan sejak bulan Mei. Jadi kami memang baru mulai," kata dia dalam konferensi pers di Jakarta Utara, Jumat (4/12/2020).

Baca Juga: Hashim Djojohadikusumo: Ekspor Benih Lobster Ditutup Era Susi Itu Keliru!

Kemudian, lanjut dia, pihaknya mau mengajukan hasil budi daya lobster di awal bulan November.

"Jadi pada tanggal 7 November kami melakukan pelepasliaran, restocking. Dan kami justru menambah stock lobster di Indonesia. Kami lepas liar hasil budi daya di Lombok Timur tanggal 7 November 2020," ungkap dia.

Sementara itu, Pengacara keluarga Djojohadikusumo, Hotman Paris menambahkan bahwa PT Bima Sakti Mutiara mengajukan izin budi daya sejak 5 Mei, kemudian mendapatkan izin pada 15 Juni. Lalu perusahaan itu mengajukan diri sebagai calon eksportir pada 25 Juli,

"Tapi sampai saat ini belum bisa dilakukan karena masih ada 4 izin yang belum terbit," tandas dia.

Sebelumnya, Hashim Djojohadikusumo menegaskan kebijakan eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melarang ekspor benih lobster itu hal yang keliru.

Menurut dia, apabila ekspor benih lobster bisa dilakukan Indonesia akan menjadi negara terkuat untuk produk kelautan. Bahkan, Susi juga melarang budidaya lobster di masa menjabatnya.

"Jadi melihat hal itu banyak orang bilang Indonesia itu berpotensi superpower produk kelautan. Kita yang besar, bukan Vietnam! Kebijakan menteri lama ini keliru," ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta Utara, Jumat (4/12/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini