Hashim Sebut Larangan Ekspor Benur Keliru, Susi Pudjiastuti: Sekarang Jadi Benar Dong

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 05 Desember 2020 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 05 320 2322176 hashim-sebut-larangan-ekspor-benur-keliru-susi-pudjiastuti-sekarang-jadi-benar-dong-a7y1MHfRsQ.jpg Susi Pudjiastuti (Instagram)

JAKARTA - Hashim Djojohadikusumo menegaskan kebijakan eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melarang ekspor benih lobster itu hal yang keliru.

Mengetahui hal itu, Susi pun langsung menggunggah video di akun media sosial pribadi miliknya. Dia menanggapi pernyataan adik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto itu secara santai.

 Baca juga: Eksportir Benih Lobster 'Tersandung' Kasus Korupsi Edhy Prabowo, Cek 4 Faktanya

Dalam video itu tak ada nada amarah Susi mengeluarkan pernyataan yang biasanya meledak-ledak ataupun marah. Sambil menikmati cerah matahari di atas puddling yang terombang-ambing karena gelombang laut, dirinya bilang seharusnya kalau dahulu keliru dan kini perbaiki, semestinya kini tak menimbulkan kasus.

"Sekarang saya cuma Susi Pudjiastuti sedang puddling di tengah laut, apa urusannya yang keliru. Coba apa? Kan sudah diganti semua yang keliru. Mestinya kan jadi benar. Kalau keliru diganti masa keliru lagi. Keliru diganti, ya jadi benar," kata Susi dalam akun Twitter resmi @susipudjiastuti yang dikutip Okezone, Sabtu (5/12/2020).

 Baca juga: Hashim Djojohadikusumo: Saya Siap Dipanggil KPK Soal Kasus Benih Lobster

Menurut dia, seharusnya ketika kebijakannya melarang ekspor benur lobster itu merupakan keputusan yang salah seharusnya mereka gugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Waktu saya masih menjabat, siapa berkeberatan dengan kebijakan saya bisa PTUN kan saya. Saya waktu itu karena pejabat negara, punya pengacara, bapak Jaksa Agung," ujarnya.

Dia menceritakan, selama lima tahun menjabat menteri Kelautan dan Perikanan hanya ada satu perusahaan yang menggugatnya sebesar Rp1 triliun. Namun, dia tak menjelaskan gugatan itu perihal apa.

"Ada satu orang yang menuntut saya Rp1 triliun, satu perusahaan, tapi oleh pengacara menteri waktu itu pak Jaksa Agung, enggak berhasil," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini