Share

4 Fakta Pengakuan Mengejutkan Eksportir Benih Lobster

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 07 Desember 2020 09:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 06 320 2322732 4-fakta-pengakuan-mengejutkan-eksportir-benih-lobster-1BDWQQvER7.jpg Polemik Benih Lobster. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Timbul berbagai polemik dalam proses ekspor benih. Salah satunya konflik antar eksportir. Hal itu terjadi karena ada oknum yang memiliki kepentingan di balik ekspor benih lobster.

Bea Cukai telah mengambil sejumlah langkah sterilisasi dengan memproses ekspor komoditas laut tersebut. Namun, hasil dari pengamanan itu belum diketahui hingga saat ini.

Berikut adalah fakta pengakuan pengusaha lobster yang dirangkum Okezone, Senin (7/12/2020):

1. Pengusaha Ungkap Polemik Ekspor Benih Lobster

Direktur PT Grahafoods Indo Pasifik sekaligus Ketua Persatuan Dunia Lobster Indonesia (Perduli) Chandra Astan mengakui, akibat polemik yang terjadi, benih lobster yang diekspor oleh Persatuan Dunia Lobster Indonesia (Perduli) sempat ditahan oleh pihak keamanan Vietnam.

"Kami berhasil mengirimkan benih lobster untuk pertama kali, tapi esoknya, di Vietnam di block lagi, jadi ada beberapa oknom yang bekerja sama dengan Bea Cukai di Vietnam untuk nge-block produk kami, jadi customer kami enggak bisa ambil," lanjut dia.

2. Banyak Eksportir Baru Bermunculan

KIARA atau Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan menemukan fakta - fakta unik sejak Peraturan Menteri KP Nomor 12/2020 tentang pengelolaan Lobster diluncurkan. Aturan ini membolehkan ekspor benih lobster yang sebelumnya dilarang di era Susi Pudjiastuti.

Deputi pengelolaan pengetahuan KIARA , Parid Ridwanuddin mengukapkan bahwa banyak perusahaan baru bermunculan sejak Permen 12/2020 itu keluar.

"Banyak perusahaan yang muncul untuk menyambut regulasi ini, padahal core bisnisya bukan di lobster atau pun ekspor." katanya.

3. Syarat 2% Lobster Dewasa Dilepas ke Alam

Selain itu, lanjut Parid, pihaknya menemukan kejanggalan dalam proses pemenuhan administratif untuk ekspor benih lobster. Di mana dalam aturan tersebut, perusahaan harus melepaskan sebanyak 2 persen lobster dewasa ke alam.

"Nelayan disuruh menangkap kemudian dilepas lagi. Ini kemudian diklaim perusahaan sebagai syarat 2% tadi untuk administrasi ekspor"ungkapnya.

4. Ada Perusahaan yang Beli Lobster Besar Ukuran 50 Gram

Tak hanya itu, ada juga perusahaan yang membeli lobster pada ukuran tertentu atau ukuran besar untuk diklaim. Tujuannnya untuk membuktikan bahwa budidaya lobsternya berhasil.

"Ada perusahaan yang beli lobster besar ukuran 50 gram, untuk diklaim sebagai keberhasilan budidaya perusahaannya" terangnya

Temuan lainya, konsep kemitraan antara perusahaan ekspor dan nelayan tidak berjalan. Banyak kasus, setelah perusahaan dapat izin ekspor, nelayan malah ditinggalkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini