Digoyang Corona, Pendapatan Asli Daerah Direvisi

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 07 Desember 2020 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 320 2323037 digoyang-corona-pendapatan-asli-daerah-direvisi-ufv6ZrNhSy.jpg PAD Kota Bogor Direvisi Akibat Covid-19. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah Kota Bogor mengakui adanya koreksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) akibat pandemi Covid-19. Pada 2020, PAD ditargetkan sebesar Rp1,1 triliun.

Meski begitu, angka tersebut harus direvisi oleh otoritas setempat karena aktivitas ekonomi, khususnya kegiatan meeting, incentive, convention, exhibition (MICE) yang menjadi pendapatan fundamental Kota Bogor terkontraksi selama pandemi berlangsung.

Baca Juga: Kepala Daerah Diminta Jor-joran Habiskan APDB

Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut, meski PAD direvisi, namun angka tidak jauh dengan target realisasi tahun ini. Di mana, hingga Desember 2020 PAD Kota Bogor sudah mencapai kurang lebih Rp1 triliun.

Bima mengutarakan, realisasi tersebut didorong oleh aktivitas ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata (MICE) yang secara perlahan kembali berjalan mana kalah pemerintah pusat memberlakukan new normal (kenormalan baru).

Baca Juga: Sri Mulyani Kecewa Belanja Daerah Tak Secepat Dibayangkan

"Semestinya tahun ini ditargetkan PAD itu lebih dari Rp1,1 triliun, tetapi kemudian target itu kita sesuaikan, ada beberapa skenario sebetulnya, tetapi skenario terakhir ketika hari ini kita melihat ekonomi sudah membaik, jadi penurunannya tidak terlalu drastis. Bahkan per hari ini, target PAD kita berdasarkan target yang sudah direvisi sudah terlampaui, jadi pada desember ini PAD kuta sudah yakni sekitar 1 triliun," ujar Bima dalam sesi wawancara dengan jurnalis IDX, Senin (7/12/2020).

Pemerintah Kota Bogor terus melalui recovery terhadap pemulihan ekonomi domestik. Tercatat, ada beberapa langkah penyesuaian yang dilakukan. Dari penyesuaian Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun berjalan, di mana, adanya refocusing dari program atau kegiatan pemerintah yang tidak berkaitan dengan pencegahan Covid-19 ke program penanganan pandemi.

"Ada penyesuaian di tahun berjalan yaitu 2020 ini. Kemudian juga fokus pada upaya rasionalisasi, jadi hal-hal yang tidak dianggap relevan dengan konteks pandemi Covid-19 akan dihilangkan dan diarahkan ke yg lain," kata dia.

Dengan demikian, Bima telah menetapkan tetapkan 5 sasaran prioritas untuk pencegahan Covid-19 dan pemulihan ekonomi domestik. Kelima sasaran itu diantaranya, kesehatan, ekonomi, pendidikan, janji kampanye, dan program prioritas.

Pemerintah setempat juga melakukan secara bertahap recovery ekonomi dengan menerapkan kemudahan pembayaran pajak bagi masyarakat dan sektor bisnis sekitar.

"Kemukakan keringanan dalam membayar pajak, ada diskon dan hitung-hitungan dalam usaha untuk mendapatkan lebih banyak lagi dari sektor pajak, misalnya bagi yang membayar lebih cepat akan mendapat diskon dan lain-lain. Itu yang kita sebut dengan ekonomi recovery," ujar Bima.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini