Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Kini Punya BUMN yang Urusi Baterai Listrik

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Senin, 07 Desember 2020 |20:45 WIB
 RI Kini Punya BUMN yang Urusi Baterai Listrik
Erick Thohir (Foto: KBUMN)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membentuk Sub Holding BUMN baterai listrik (EV) melalui empat perseroan pelat merah di sektor pertambangan.

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan, keempat perseroan yang tergabung dalam Sub Holding baru tersebut adalah MIND ID, PT Antam (Persero) Tbk, PT PLN (Persero), dan PT Pertamina (Persero).

Di mana, keempat perseroan akan bergabung dalam satu atap perusahaan yang dinamakan sebagai Indonesia Battery Holding (IBH). IBH sendiri akan difokuskan pada rantai pasok (value chain) baterai listrik.

"Di dalam value chain baterai ini baik dari tambang, sampai ke battery pack, dan juga masuk kepada daur ulangnya itu bisa disepakati. Negosiasi berjalan terus dengan masing-masing pihak," ujar Orias dalam rapat dengan Komisi VIII DPR, Senin (7/12/2020).

Baca Juga: Tesla Produksi Baterai Mobil Listrik Murah Paling Cepat 2022

Ihwal negosiasi, manajemen MIND ID akan menggandeng dua korporasi asing asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (Catl) dan Korea Selatan, LG Chem.

Di mana, melalui Pertamina dan Antam, manajemen tengah membangun negosiasi kerja sama dengan dua perusahaan asing tersebut. Orias berharap, pada awal 2021 finalisasi dari kerja sama tersebut mencapai titik kesepakatan.

"Diharapkan awal tahun depan kesepakatan dengan calon mitra di dalam value chain baterai ini, baik dari tambang sampai battery pack hingga masuk daur ulangnya itu bisa kita sepakati," kata Orias.

Dia mengutarakan, pendirian sub-holding baterai listrik belum terjadi. Saat ini manajemen dari keempat perseroan baru menjalankan tugas masing-masing yang diberikan oleh Erick Thohir. Di mana, Antam ditugaskan menjalin komunikasi dengan CATL, sementara Pertamina dengan LG Chem.

"Pendirian sub-holding baterai listrik saat ini belum terjadi. Dalam arti belum ada satu PT yang dibentuk. Tapi secara sendiri-sendiri sesuai penugasan yang disampaikan Menteri BUMN, Antam melanjutkan dengan CBL dan Pertamina memimpin negosiasi untuk LG Chem. Jadi ini pembagian tugas sesuai arahan Menteri BUMN supaya bisa berjalan dengan cepat rencana holding baterai ini dan juga rencana kerja sama dengan mitra-mitra asing," ujar dia.

Pada tahap awal, Erick sudah membentuk Tim percepatan penyusunan Sub Holding baterai EV yang dipimpin oleh Komisaris Utama MIND ID Agus Tjahajana Wirakusumah. "Tim ini diketuai oleh Komisaris Utama MIND ID, Pak Agus Cahyana. Dan anggotanya terdiri dari 4 dirut perusahaan yang terlibat di dalam holding industri baterai," katanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement