Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Istilah yang Harus Dipahami saat Isi Token Listrik

Reza Andrafirdaus , Jurnalis-Selasa, 08 Desember 2020 |13:25 WIB
3 Istilah yang Harus Dipahami saat Isi Token Listrik
Tips Isi Token Listrik. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menegaskan bahwa token listrik tidak memiliki tanggal kadaluarsa dan dapat digunakan selama nomer kWh meter sesuai pembelian.

Setiap kali melakukan melakukan isi ulang token listrik, pelanggan akan melihat tulisan ACCEPT. Tapi tak jarang juga ada tulisan selain itu yang muncul.

"Kira-kira setiap tulisan yang mengartikan kegagalan pengisian token itu kenapa, ya? Cek di postingan Mimin, yuk. kalau memang sudah di luar kendali #Electrizen, langsung hubungi CC PLN 123, ya," tulis Instagram @pln_disjaya, Jakarta, Selasa (8/12/2020).

Baca Juga: Tarif Listrik Januari-Maret 2021 Tak Naik, Ini Rinciannya

Oleh karena itu, perlulah dipahami kembali istilah-istilah yang terdapat pada meteran listrik agar proses pengisian ulang pulsa listrik dapat dilakukan dengan mudah.

Berikut 3 istilah yang ada pada meteran listrik telah Okezone rangkum dari instagram PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya.

1. REJECT

Reject berarti pengisian ulang token listrik gagal dilakukan. Biasanya tulisan ini muncul saat memasukkan angka yang salah.

Baca Juga: Pengumuman, Tarif Listrik Januari-Maret 2021 Tidak Naik

Periksa kembali nomor token yang terdapat pada voucher dan coba untuk memasukkannya kembali.

2. USED

Used berarti token yang dimasukkan telah digunakan. Coba periksa kembali nomor token yang dimasukkan.

Jika masih bermasalah, cek token terakhir yang diinput ke kWh meter dengan memasukkan kembali kode sesuai merk kWh meter.

3. OVER

Over berarti daya listrik isi ulang melebihi kapasitas listrik di rumah. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan menambah daya listrik rumah dari kapasitas sebelumnya

PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya juga kembali mengingatkan, jika permasalahan di atas dirasa telah keluar dari kendali, maka hubungi langsung call center PLN 123.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement