PUPR-Waskita Karya Bangun Pengamanan KEK Tanjung Lesung

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 11 Desember 2020 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 470 2325822 pupr-waskita-karya-bangun-pengamanan-kek-tanjung-lesung-ExPhFoE5xa.png Pengamanan KEK Tanjung Lesung dari Erosi dan Abrasi. (Foto: Okezone.com/Instagram)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menandatangani dua kontrak perjanjian jasa konstruksi dengan PT Waskita Karya (Persero: ) Tbk (WSKT). Adapun pembangunannya proyek pengamanan pantai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung Paket 1 di Kabupaten Pandeglang dan Kontrak Pekerjaan untuk Rehabilitasi Irigasi D I Ciliman di Provinsi Banten.

Proyek pembangunan pengamanan Pantai KEK Tanjung Lesung Paket 1 diperoleh Waskita dengan nilai kontrak Rp249 miliar dan Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan 1.080 hari sejak SPMK. Abrasi yang terjadi di Pantai KEK Tanjung Lesung Kab. Pandeglang Provinsi Banten, sudah lama berlangsung sehingga menimbulkan kondisi pantai yang kritis.

Baca Juga: Erick Thohir Ingin Jadikan Bali Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan

Selanjutnya adalah proyek pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D I Ciliman Kabupaten Pandeglang Banten senilai Rp139 miliar. Proyek ini merupakan pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi sehingga tercapai pendistribusian air yang merata kepada masyarakat.

Pekerjaan tersebut diharapkan dapat mengembalikan dan memaksimalkan manfaat infrastruktur pengairan untuk warga di sekitar sungai Ciliman.

Baca Juga: Sengketa Lahan, Apa Kabar Proyek Sirkuit MotoGP Mandalika?

“Pembangunan pengamanan Pantai KEK Tanjung Lesung ditujukan untuk melindungi garis pantai di sekitar KEK dari ancaman abrasi dan erosi yang mengancam berbagai sarana dan prasarana umum antara lain pemukiman, jalan raya, fasilitas umum, dan perekonomian wisata setempat,” tutur Director of Operation II Waskita Karya Bambang Rianto, Jakarta, Jumat (11/12/2020).

Sebelumnya Waskita juga telah mendapatkan kontrak proyek Twin Tower Makassar sebesar Rp 1,9 triliun. Waskita pun terus berusaha mendapatkan proyek-proyek baru dan manajemen terus berusaha untuk mencapai target nilai kontrak baru sebesar Rp 26 triliun dengan tetap focus pada proyek-proyek infrastruktur konektivitas.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini