Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Lemas Jelang Rilis Neraca Perdagangan November 2020

Alya Ramadhanti , Jurnalis-Selasa, 15 Desember 2020 |09:24 WIB
Rupiah Lemas Jelang Rilis Neraca Perdagangan November 2020
Rupiah Melemah terhadap Dolar AS. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah jelang pengumuman data neraca perdagangan Indonesia untuk November 2020. Rupiah tetap berada di level Rp14.100-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Senin (14/12/2020) pada pukul 08.29 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 30 poin atau 0,21% ke level Rp14.125 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.105 hingga Rp14.125 per USD.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Lesu ke Level Rp14.119/USD

Sedangkan, yahoofinance mencatat Rupiah berada di level Rp14.155 per USD. Di mana, dalam pergerakan harian Rp14.155-Rp14.155 per USD.

Sebagai informasi, adan Pusat Statistik (BPS) segera mengumumkan neraca perdagangan selama November pada hari ini. Neraca perdagangan November diprediksi akan kembali mengalami surplus.

Baca Juga: Pergerakan Rupiah Dibayangi Lonjakan Kasus Covid-19

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan neraca perdagangan November diperkirakan surplus USD3,11miliar dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat surplus USD3,61miliar.

"Penurunan surplus perdagangan dipengaruhi oleh laju impor bulanan tercatat 6,89% (month of month/MoM) sementara ekspor diperkirakan tumbuh 1,89% MoM," ujar dia kepada MNC News Portal.

Sementara secara laju tahunan, ekspor diperkirakan sebesar 4,95% yoy ditopang oleh kenaikan harga komoditas ekspor Indonesia seperti CPO tercatat naik 14,45% MoM batubara tercatat naik 9,15% MoM dan karet alam tercatat naik 1,90% MoM.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement