Pagi ini Rupiah Melemah ke Rp14.125/USD

Reza Andrafirdaus, Jurnalis · Senin 21 Desember 2020 09:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 320 2331292 pagi-ini-rupiah-melemah-ke-rp14-125-usd-dC6hT2yNMZ.jpg Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Rupiah masih berada di level Rp14.100-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Senin (21/12/2020) pada pukul 09.21 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 15 poin atau 0,11% ke level Rp14.125 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.117 hingga Rp14.125 per USD.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Lesu ke Rp14.134/USD

Sementara, dalam yahoofinance mencatat Rupiah % berada ke level Rp14.143 per USD. Di mana, dalam pergerakan harian Rp14.143-Rp14.143 per USD.

Pada perdagangan hari ini, pergerakan Rupiah dipengaruhi beberapa sentimen. Antara lain, negosiator kongres AS masih belum mencapai kesepakatan atas RUU bantuan virus korona baru, tetapi tekanan meningkat karena seluruh kegiatan pemerintahan dapat ditutup (shutdown) kecuali jika RUU disepakati, di mana tindakan bantuan pandemi dapat disahkan hingga menjelang akhir pekan lalu.

Baca Juga: Tak Sekuat IHSG, Rupiah Dibuka Lesu di Rp14.120/USD

Awal pekan ini, Federal Reserve berjanji untuk mempertahankan pendanaan moneternya hingga pemulihan ekonomi AS berada dalam kondisi yang dinilai aman.

Berdasarkan data Treasury MNC Bank, penambahan kasus virus corona yang relatif masih tinggi di Indonesia atau mencapai 6.689 kasus baru, menjadi salah satu faktor yang menekan rupiah. Hal tersebut dinilai berdampak pada proses pemulihan ekonomi di Tanah Air.

 

Sentimen positif rupiah inflasi yang masih rendah, cadangan devisa masih tetap tinggi, ditambah lagi, langkah Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75% sesuai dengan ekspektasi pasar.

Sedangkan faktor eksternal yang membebani rupiah adalah keputusan Amerika Serikat yang mengeluarkan daftar hitam (blacklist) untuk sejumlah perusahaan asal China. Langkah ini menyebabkan pasar keuangan Asia melakukan konsolidasi, termasuk di Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini