Kenaikan Harga Minyak Berlanjut, Investor Fokus Vaksinasi Covid-19

Rabu 16 Desember 2020 07:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 320 2328429 kenaikan-harga-minyak-berlanjut-investor-fokus-vaksinasi-covid-19-kMQI6tkwPX.jpg Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Harga minyak terus naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), ketika investor fokus pada peluncuran vaksin Covid-19. Hal ini pun mengabaikan adanya pengetatan penguncian di Eropa yang dapat membuat permintaan bahan bakar menurun.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari naik 47 sen atau 0,9% menjadi USD50,76 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari ditutup naik 1,3% atau 63 sen menjadi USD47,62 per barel.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Angkat Harga Minyak ke Level USD50/Barel

Amerika Serikat dijadwalkan mulai memvaksinasi pada Senin mendatang, ketika jumlah kematian Covid-19 di negara itu melewati angka 300.000. Tak hanya AS, Inggris dan Kanada juga mulai melakukan penyuntikan.

"Pasar minyak mentah terus memanfaatkan prospek masa depan dari periode pasca-pandemi, yang bisa terjadi secepat musim panas mendatang," kata Mitra Again Capital, John Kilduff, dikutip dari Antara, Rabu (16/12/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani: Baru Pertama Kali dalam Hidup Saya, Harga Minyak Negatif

Produksi minyak mentah naik 3,2% tahun ke tahun di China pada November, sebuah rekor. Itu membantu sentimen investor tentang kenaikan permintaan bahan bakar yang akan datang, kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago. China telah menjadi salah satu negara langka di mana permintaan minyak telah pulih sepenuhnya dari awal tahun ini.

“Orang-orang akan berasumsi bahwa lonjakan permintaan minyak sudah dekat,” kata Flynn.

Namun, Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan bahwa dampak vaksin terhadap permintaan masih beberapa bulan lagi, sementara OPEC mengatakan pada Senin (14/12/2020) bahwa permintaan minyak akan naik lebih lambat dari yang diperkirakan.

Brent mencapai USD51,06 dolar pada 10 Desember, tertinggi sejak Maret, didukung oleh persetujuan vaksin, bahkan saat tingkat infeksi melonjak di sebagian besar wilayah di seluruh dunia.

London meningkatkan aturan pandemi yang mewajibkan bar dan restoran tutup, Italia sedang mempertimbangkan langkah-langkah yang lebih ketat selama Natal, dan Jerman kemungkinan akan dikunci hingga awal 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini