Sri Mulyani: Baru Pertama Kali dalam Hidup Saya, Harga Minyak Negatif

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 09 Desember 2020 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 09 320 2324458 sri-mulyani-baru-pertama-kali-dalam-hidup-saya-harga-minyak-negatif-Z2rpZee6Bm.jpg Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)

JAKARTA - Gejolak harga minyak dunia terjadi tahun ini. Bahkan, harga minyak sempat mengalami minus. Harga minyak mentah jatuh dipicu oleh menurunnya permintaan dan kekhawatiran kelebihan pasokan karena pandemi covid-19.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani terkejut dengan pergerakan harga minyak mentah dunia. sebab selama menjabat sebagai Menteri Keuangan bahkan semenjak hidup, baru kali inilah harga minyak yang dijual negatif.

"Bahkan harga minyak kalau masih ingat sempat dua hari mengalami harga negatif, seumur saya menjadi menteri atau profesional ekonom belum pernah kita mengalami negative price. Melonjak sering, volatile iya, tapi negatif baru pertama kali dalam hidup saya," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu 9/12/2020).

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Minus, Pertama Kali Dalam Sejarah 

Dia menjelaskan, penurunan drastis harga minyak mentah WTI ini dipicu oleh penurunan permintaan pasar akibat pandemi virus corona. Sejak NYMEX membuka perdagangan minyak berjangka pada 1983 silam, kondisi ini membuat minyak di perdagangan dengan harga terendah.

"Menteri Keuangan Inggris dalam Parlemen Inggris mereka mengatakan mereka menghadapi kondisi ekonomi terburuk dalam 300 tahun terakhir," tandasnya.

Sekadar informasi, harga minyak AS jatuh ke wilayah negatif untuk pertama kalinya dalam sejarah pada perdagangan kemarin. Harga minyak mentah jatuh dipicu oleh menurunnya permintaan dan kekhawatiran kelebihan pasokan karena pandemi covid-19.

West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei merosot USD55,9 atau lebih dari 305%, menjadi -USD37,63 per barel di New York Mercantile Exchange. Dengan begitu, produsen akan membayar pembeli saat mengambil minyak dari tangan mereka.

Ini menandai pertama kalinya kontrak berjangka minyak diperdagangkan negatif dalam sejarah, menurut Dow Jones Market Data, dilansir dari Xinhua, Selasa (21/4/2020).

Kontrak WTI Juni turun lebih dari 18% menjadi USD20,43 per barel. Patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni turun USD2,51 menjadi ditutup pada USD25,57 per barel di London ICE Futures Exchange.

"Kami menghubungkan kelemahan harga WTI dengan berakhirnya kontrak Mei besok dan volume perdagangan rendah yang menyertainya," kata Seorang analis komoditas di UBS Global Wealth Management Giovanni Staunovo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini