Polemik Larangan Ekspor Batu Bara, Australia Minta Penjelasan China

Rabu 16 Desember 2020 08:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 320 2328453 polemik-larangan-ekspor-batu-bara-australia-minta-penjelasan-china-iWmRjak6ko.jpg Polemik Dagang Australia-China soal Batu Bara. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Australia meminta China mengklarifikasi soal larangan impor batu bara dari negaranya. Peningkatan perbedaan politik antara kedua mitra dagang tersebut bertepatan dengan serangkaian tarif pajak dan pembatasan yang diberlakukan Beijing atas ekspor produk pertanian Australia.

Belum ada pengumuman resmi dari Beijing mengenai larangan apa pun, tetapi Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham, meminta China mematuhi kewajiban perdagangannya. Apalagi larangan ekspor batu bara ke China akan merugikan Australia miliaran dolar dan semakin mengobarkan ketegangan antara kedua negara.

Baca Juga: Babak Baru Perang Dagang Australia vs China, Impor Batu Bara Disetop

“Kita melihat laporan ini dan jelas merasa sangat terganggu. Jika laporan itu benar, maka itu menunjukkan praktik perdagangan diskriminatif yang diterapkan oleh otoritas China dan kita akan mendesak China agar membantah laporan itu dan menunjukkan mereka akan beroperasi dengan cara-cara yang konsisten dengan prinsip pasar sesuai dengan komitmen mereka sebagai anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan perjanjian perdagangan bebas," kata Birmingham, dikutip dari VOA Indonesia, Rabu (16/12/2020).

Baca Juga: Harga Batu Bara Acuan Naik 7% Jadi USD59,6/Ton

China sejauh ini adalah mitra dagang terpenting Australia karena membeli sekitar 40% barang yang diekspornya. China secara tidak resmi melarang impor batu bara Australia sejak Oktober karena mutunya dianggap rendah, dan pejabat di Canberra berusaha keras memastikan keakuratan laporan Global Times tersebut. Tahun lalu, China membeli batu bara Australia senilai USD10,5 miliar.

Ketidaksepakatan politik dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah hubungan baik menjadi semakin renggang. Keputusan Australia untuk melarang raksasa teknologi China, Huawei dengan jaringan telekomunikasi 5G-nya karena masalah keamanan nasional memicu kemarahan di China, begitu pula dengan tuduhan Australia mengenai adanya campur tangan politik dan spionase dunia maya yang dilakukan oleh China.

Kecaman Australia terhadap penanganan Covid-19 oleh China juga membuat marah para pemimpin China, selain ketidaksepakatan tentang catatan hak asasi manusia Beijing, ekspansi militernya di Laut China Selatan, dan demokrasi di Hong Kong. Para pakar yakin Australia sedang ditekan oleh China untuk mengubah kebijakan luar negerinya.

Ketegangan diplomatik itu bertepatan dengan serangkaian tarif pajak dan pembatasan terhadap ekspor produk pertanian Australia senilai miliaran dolar. China menuduh Australia membanjiri pasar China dengan biji-bijian dan anggur dan secara tidak adil mensubsidi para petaninya. Canberra sedang mempertimbangkan untuk menyampaikan keluhannya ke Organisasi Perdagangan Dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini