Tidak Semua Transaksi Saham Kena Biaya Meterai

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 21 Desember 2020 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 278 2331631 tidak-semua-transaksi-saham-kena-biaya-meterai-CpK9oD9V92.jpeg Indeks Saham Harga Gabungan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Keuangan menetapkan kenaikan biaya meterai menjadi Rp10.000. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan, transaksi saham akan dikenakan biaya meterai sebesar Rp10.000.

Namun yang dikenai biaya meterai bukan per transaksi melainkan Trade Confirmation (TC) sebagai dokumen atas transaksi surat berharga berupa saham.

Baca Juga: Bea Meterai Naik Jadi Rp10.000, Ditjen Pajak Siapkan Aturannya

"Bea meterai bukan pajak atas transaksi, karena yang muncul hari ini seolah-olah setiap transaksi saham kena bea meterai. Padahal ini bukan pajak atas transaksi tapi pajak atas dokumen. Jadi dalam hal ini bea meterai tidak dikenakan per transaksi saham," ujar Sri Mulyani dalam video virtual Senin (21/12/2020).

Baca Juga: Begini Aturan Main Pengenaan Bea Meterai dalam Transaksi Surat Berharga di Bursa

Dia memastikan pemerintah tidak memiliki tujuan menghilangkan minat yang tinggi dari generasi milenial yang saat ini semakin sadar berinvestasi termasuk investasi saham.

Untuk itu, pengenaan bea meterai akan dilakukan terhadap dokumen dengan mempertimbangkan batas kewajaran nilainya.

“Pemerintah pasti akan mempertimbangkan batas kewajaran yang tercantum di dalam dokumen dan dalam UU juga diperhatikan kemampuan masyarakat. Saya berharap ini akan mengakhiri spekulasi dan berbagai pertanyaan akhir-akhir ini,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini